Tingkatkan Kepedulian Sesama dengan Semangat Idul Adha

Sabtu, 01 Agustus 2020 - 16:10 WIB
loading...
Tingkatkan Kepedulian...
Ketua Ikatan Dai (Ikadi) bidang Organisasi, Baharuddin Husin. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Jumat 10 Dzulhijjah 1441 H, umat muslim di dunia merayakan Hari Raya Idul Adha atau Idul Qurban. Idul Adha tersebut merupakan sarana bagi umat manusia berbagi kepedulian antarsesama. Ibadah dan hidup bersama-sama di dalam agama Islam, selain punya pengaruh individu tapi juga harus punya efek sosial.

“Karena di Idul Adha pada 10 hari pertama kita disunahkan untuk berbuat kebajikan, berbuat amal saleh, tolong menolong anta sesama umat manusia dan di sunnahkan juga untuk berpuasa dari tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah,” kata Ketua Ikatan Dai (Ikadi) bidang Organisasi, Baharuddin Husin di Jakarta, Jumat 31 Juli 2020.

Dia menjelaskan, saat Idul Adha itu disunahkan juga kepada umat Islam untuk meningkatkan kepedulian, yaitu dengan menyembelih hewan pada hari Idul Adha yakni pada 10 sampai 13 Dzulhijjah

“Diharapkan dengan melalui Qurban, bisa berbagi kepada orang-orang yang sangat membutuhkan kepedulian itu. Disinilah kepedulian dan juga membangun solidaritas yang diharapkan rasa persatuan persaudaraan antar sesama umat itu akan dapat meningkat, termasuk juga persaudaaan kebangsaan,” ujarnya.

Tanpa kerukunan, persaudaraan, solidaritas, baik keagamaan dan solidaritas kebangsaan, kehidupan akan sengsara. "Tanpa kebersamaan dan soldaritas, tanpa tolong menolong maka kehidupan ini juga akan sengsara dan menjadi saling mengeksploitasi,” katanya,

Dia mengatakan, persoalan solidaritas keagamaan sering dimaknai sempit dan melupakan persaudaraan kebangsaan. Hal ini bisa saja memicu konflik seperti yang terjadi di luar negeri yang diharapkan tidak terjadi di Indonesia.

“Untungnya dengan keberadaan organisasi massa yang didukung para pemuka agama di Indonesia dapat meredam kasus-kasus yang terjadi di komunitasnya masing-masing sehingga mencegah terjadinya konflik yang lebih luas,” ujarnya.

Apalagi kemudian menurutnya dengan adanya pengertian Hubbul wathon minal iman, “Cinta Tanah Air itu bagian dari iman”. Masyarakat tidak bisa berbuat tanpa ada negara, tanpa tanah air, karena Tanah Air ini merupakan bagian dari anugerah.

Lagipula, kata dia, kemerdekaan Indonesia merupakan perjuangan para ulama berersama para tokoh yang nasionalis dan agamis, sehingga muncul apa yang dikatakan itu lima dasar negara Pancasila.

“Pancasila ini juga hasil dari rembugan yang sangat luar biasa yang dinaungi oleh Ketuhanan Yang Maha Esa. Yang mana empat sila berikutnya itu di bawah naungan itu semua. Artinya tolok ukur maupun motor penggeraknya adalah Ketuhanan itu sendiri yang luar biasa. Nah, dalam agama juga ada kaitan dengan Tanah Air yang harus dibangun bersama-sama dengan baik,” ujarnya.

Selain itu Baharuddin menuturkan dalam aturan agama ada lima hal yang disebut, yakni "hifdzun nafs" atau memelihara jiwa. Kemudia "hifdzun nasl", yakni menjaga keturunan. Lalu "hafdzul maal" memelihara harta.

Berikutnya juga yang keempat yaitu "hafdzul aql", atau memelihara akal. Terakhir adalah "hifdzud diin", yang artinya memelihara agama.

“Istilahnya membina orang-orang yang kapasitas agamanya masih lemah, jug apara para Ustaz yang setengah-setengah. Tentunya hal ini harus dibina terus hingga mereka punya kapasitas yang betul-betul bisa menjelaskan agama itu secara utuh dan komprehensif,” ungkapnya.(Baca juga: Akhir Pekan Libur Idul Adha, Kota Tua Sepi Pengunjung )

Baharuddin menyampaikan bahwa karena masyarakat di Indonesia ini sangat multikultur. Masing-masing dari memiliki komunitas. Seperti Nahdatul Ulama (NU) dengan masyarakatnya, Muhammadiyah dengan masyarakatnya dan lain sebagainya.

Kemudian, Badan Nasional Penaggulangan Terorisme (BNPT) memunculkan ide gugus tugas 20 ormas lintas keagamaan yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK) dan juga 14 ormas Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI).

“Tentunya ini hal yang sangat luar biasa. Jumlah masyarakat mereka itu sekitar 150 juta jika ditotal. Kalau hal ini bisa dikembangkan dengan baik ke depan, tentunya masalah terorisme, radikalisme dan sebagainya ini akan mudah teratasi,” ujarnya.

Dia menuturkan, hal ini harus dipupuk dan harus dikembangkan agar jangan sampai kita nanti mengambil inisiatif sendiri telalu cepat tapi hasilnya malah menimbulkan konflik seperti yang terjadi di luar

Menurut dia, persoalan-persoalan masyarakat ini sebenarnya mudah diselesaikan ketika ada kebersamaan. Karena menurutnya masyarakat yang orientasi berpikirnya kurang pas itu akan mudah diluruskan dan diperbaiki ketika dilakukan pembinaan oleh orang yang disegani oleh yang bersangkutan.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Tunjukkan...
Indonesia Tunjukkan Kerukunan Antaragama ke Presiden Jerman di Istiqlal dan Katedral
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Din Syamsuddin Desak...
Din Syamsuddin Desak Polisi Hentikan Laporan ke JK Kasus Dugaan Penistaan Agama
Stafsus Menag Dialog...
Stafsus Menag Dialog dengan Paroki Santo Fransiskus Asisi Aek Nabara, Jamin Hak Beribadah
Bersyukur Menang Perang...
Bersyukur Menang Perang Lawan Amerika-Israel, Dubes Iran: Islam Menang Atas Musuh-musuhnya
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
Kemenag Fasilitasi Penyelesaian...
Kemenag Fasilitasi Penyelesaian GMS Bantul, Stafsus Menag: Kedepankan Musyawarah
Rekomendasi
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Pelajari Investasi,...
Pelajari Investasi, Mahasiswa Universitas IBA Palembang & Universitas Tazkia Kunjungi MNC Sekuritas
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Berita Terkini
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Polisi Tahan 2 Tersangka...
Polisi Tahan 2 Tersangka Baru Kasus TPPU Tambang Emas Ilegal
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved