Partai Perindo: Indonesia Sebaiknya Benchmarking terhadap Berbagai Kejadian di Myanmar

Sabtu, 09 September 2023 - 10:27 WIB
loading...
Partai Perindo: Indonesia...
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Hankam dan Siber Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati. Foto/MPI/Dok
A A A
JAKARTA - Ketua DPP Partai Perindo Bidang Hankam dan Siber Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengatakan, Indonesia sebaiknya harus melakukan benchmarking dengan berbagai kejadian di Myanmar.

Hal itu untuk mengetahui berbagai perkembangan secara lengkap junta militer Myanmar terkait ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan konflik di negeri Seribu Pagoda tersebut.

"Hal ini penting bagi Indonesia ketahui siapa tahu saja apa yang terjadi di Myanmar bisa terjadi di sini. Bila ada kemiripan unsur kejadian, model pemicu perlu mendapat atensi," kata wanita yang akrab disapa Nuning itu, Jumat (8/9/2023).

Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati -- yang merupakan Bacaleg DPR RI dari Partai Perindo untuk Dapil Jawa Tengah VI tersebut -- menjelaskan hal ini hanya bisa dilakukan bila tetap ada hubungan bilateral resmi dengan pemerintah Myanmar yang sah, sehingga pemerintah Indonesia dapat berperan membantu menyelesaikan masalah yang terjadi di Myanmar.

"Dengan kita tetap menjaga hubungan diplomasi dengan Myanmar, maka keberlangsungan peran pemerintah Indonesia dalam membantu penyelesaian masalah di Myanmar," ucapnya.

Nuning menambahkan, pengiriman pasukan perdamaian ke Myanmar untuk mengatasi masalah etnis Rohingya tidak bisa serta merta dilakukan negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca: Artis hingga Influencer Diduga Pasarkan Website Judi Online, Partai Perindo: Bahayakan Masyarakat

Pengiriman pasukan hanya bisa dilakukan jika ada laporan dari badan-badan khusus PBB yang memastikan ada pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di sana.

Khusus untuk kasus Rohingya, harus ada rekomendasi dari badan PBB, seperti Komite Palang Merah Internasional (ICRC) dan Badan PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR), apakah memang ada pelanggaran HAM.

"Jadi, tidak bisa negara lain menyatakan serta merta ada pelanggaran HAM, sementara tidak ada pernyataan dari PBB," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan ASEAN tidak akan tersandera oleh isu konflik yang sedang berlangsung di Myanmar. ASEAN akan terus berupaya mewujudkan stabilitas dan perdamaian di kawasan.

Hal tersebut disampaikan Jokowi menanggapi adanya pandangan yang mempertanyakan efektivitas ASEAN karena tidak adanya kemajuan terhadap progres perdamaian di Myanmar.

"ASEAN tidak akan tersandera oleh isu Myanmar, kapal ASEAN harus terus melaju mewujudkan kedamaian, mewujudkan stabilitas, mewujudkan kemakmuran," kata Jokowi dalam konferensi pers ASEAN 2023 di Jakarta, Kamis (7/9/2023).

Jokowi menyatakan, ASEAN sepakat terus melanjutkan upaya perdamaian. Dalam Keketuaan Indonesia sendiri telah dilakukan 145 engagement dengan 70 stakeholders. Jokowi melihat sudah mulai muncul trust di antara para stakeholders.

"Ini akan kita lanjutkan. Memang untuk menciptakan perdamaian, selalu butuh waktu yang panjang. Tapi tidak apa, kita harus terus melakukan, kita harus terus berjuang," ujar Jokowi.

Jokowi menyebut tema "ASEAN Matters: Epicentrum of Growth" sudah sangat tepat meski ada situasi konflik di Myanmar. Sebab, di tengah rivalitas dan ketegangan geopolitik, dunia ini butuh poros agar tetap berputar pada jalurnya.

ASEAN, menurut Jokowi, punya potensi besar untuk itu karena pertumbuhan ASEAN di atas rata-rata dunia, ditambah dengan adanya bonus demografi dan terjaganya stabilitas politik.

"Saya melihat menjadi tugas Indonesia bersama negara ASEAN lainnya, memastikan bahwa kapal ASEAN harus terus berlayar," kata Jokowi.

(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perindo Ajak Tokoh Muda...
Perindo Ajak Tokoh Muda Indonesia Timur Ambil Peran Menuju 2029
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Di Diskusi Partai Perindo,...
Di Diskusi Partai Perindo, JJ Rizal Minta Gubernur Jakarta Belajar dari Soekarno
DPW Partai Perindo DKI...
DPW Partai Perindo DKI Launching Warkop Aspirasa, Gelar Diskusi Refleksi 499 Tahun Jakarta
Rekomendasi
Tunisia vs Belanda:...
Tunisia vs Belanda: Awas Tergelincir Oranje
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Kapitalisasi Pasar Tembus...
Kapitalisasi Pasar Tembus Rp2,74 Triliun, CST Token Pacu Pengembangan Infrastruktur Digital
Berita Terkini
Jokowi Wajib Hadir di...
Jokowi Wajib Hadir di Persidangan Perkara Ijazah, Pengacara Roy Suryo: Kan Dia Pelapor
Pengacara Ungkap Roy...
Pengacara Ungkap Roy Suryo-Tifa Merasa Diperlakukan Seperti Bukan Anak Bangsa saat Ditangkap Polisi
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved