Jelang Pemilu 2024, Dai Dinilai Punya Peran untuk Jaga Kondusifitas
Kamis, 24 Agustus 2023 - 20:38 WIB
loading...
A
A
A
"Adapun identitas politik itu adalah hak kita semua, kita boleh punya identitas kepartaian, identitas agama atau lainnya," jelasnya.
Sementara itu Kiai Muhammad Faiz (Gus Faiz) dalam paparannya menyampaikan pentingnya para dai belajar pada masa lalu agar supaya menjelang Pemilu atau pada pelaksanaan Pemilu dan setelah Pemilu 2024, jangan sampai menyampaikan dakwah yang memecah belah umat.
"Pentingnya para dai menjaga NKRI dari pihak-pihak yang menginginkan bentuk khilafah atau lainnya yang tidak sesuai dengan kesepakatan para pendiri bangsa," ujarnya.
Gus Faiz tegaskan adalah tugas para dai mendewasakan umat dalam berpolitik, sehingga perbedaan pilihan politik tidak menyebabkan perpecahan. Adanya beda pilihan ini di antara karena pertimbangan kemaslahatannya berbeda.
"Ada yang yakin kalau A yang jadi presiden akan maslahah, demikian juga ada yang meyakini kalau B yang jadi Presiden maka akan mendatangkan maslahah. Semua pihak harus memahami pilihan orang lain yang berbeda jangan sampai mengkait-kaitkan preferensi politik dengan keimanan atau keIslaman seseorang," tegas Gus Faiz.
Sementara itu Kiai Muhammad Faiz (Gus Faiz) dalam paparannya menyampaikan pentingnya para dai belajar pada masa lalu agar supaya menjelang Pemilu atau pada pelaksanaan Pemilu dan setelah Pemilu 2024, jangan sampai menyampaikan dakwah yang memecah belah umat.
"Pentingnya para dai menjaga NKRI dari pihak-pihak yang menginginkan bentuk khilafah atau lainnya yang tidak sesuai dengan kesepakatan para pendiri bangsa," ujarnya.
Gus Faiz tegaskan adalah tugas para dai mendewasakan umat dalam berpolitik, sehingga perbedaan pilihan politik tidak menyebabkan perpecahan. Adanya beda pilihan ini di antara karena pertimbangan kemaslahatannya berbeda.
"Ada yang yakin kalau A yang jadi presiden akan maslahah, demikian juga ada yang meyakini kalau B yang jadi Presiden maka akan mendatangkan maslahah. Semua pihak harus memahami pilihan orang lain yang berbeda jangan sampai mengkait-kaitkan preferensi politik dengan keimanan atau keIslaman seseorang," tegas Gus Faiz.
(maf)
Lihat Juga :