Jelang Pemilu 2024, Dai Dinilai Punya Peran untuk Jaga Kondusifitas
Kamis, 24 Agustus 2023 - 20:38 WIB
loading...
Silaturahmi & Halaqah Dakwah dengan tema Urgensi Peran Dai dan Dewan Kemakmuran Masjid dalam Menjaga Ukhuwah di Tahun Politik, oleh MUI Jakarta Selatan, Kamis (24/8/2023). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Jelang Pemilu 2024 , peran dai dinilai punya andil penting dalam menjaga kondusifitas. Hal ini terungkap dalam Silaturahmi & Halaqah Dakwah dengan tema Urgensi Peran Dai dan Dewan Kemakmuran Masjid dalam Menjaga Ukhuwah di Tahun Politik, oleh MUI Jakarta Selatan, Kamis (24/8/2023).
Hadir dalam acara ini Ketua MUI bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI Pusat, KH M Cholil Nafis. Acara ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan peran para dai dan Pengurus Masjid dalam menjaga ukhuwah masyarakat di tahun politik.
Dalam acara tersebut KH Cholil Nafis, mengingatkan para dai agar waspada akan banyak kepentingan politik yang mendekatinya. Sebagai manusia, semua bebas berpolitik, dai juga berpolitik, namun jangan sampai peran dai dalam berpolitik membuatnya lupa tugasnya sebagai dai untuk menjaga persatuan dan persaudaraan umat.
"Dai boleh saja berpolitik, boleh saja jadi jurkam, tapi ingat dalam berkampanye harus tetap jaga ukhuwah umat. Jangan sampai memecah belah umat dengan politik identitas," kata Kiai Cholil.
Kata Kiai Cholil, jangan salah paham dengan istilah politik identitas dan identitas politik. Bahwa politik identitas itu tidak boleh, karena politik identitas ini memecah belah umat dengan narasi politik kebencian baik dari segi suku, ras maupun agama.
Hadir dalam acara ini Ketua MUI bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI Pusat, KH M Cholil Nafis. Acara ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan peran para dai dan Pengurus Masjid dalam menjaga ukhuwah masyarakat di tahun politik.
Dalam acara tersebut KH Cholil Nafis, mengingatkan para dai agar waspada akan banyak kepentingan politik yang mendekatinya. Sebagai manusia, semua bebas berpolitik, dai juga berpolitik, namun jangan sampai peran dai dalam berpolitik membuatnya lupa tugasnya sebagai dai untuk menjaga persatuan dan persaudaraan umat.
"Dai boleh saja berpolitik, boleh saja jadi jurkam, tapi ingat dalam berkampanye harus tetap jaga ukhuwah umat. Jangan sampai memecah belah umat dengan politik identitas," kata Kiai Cholil.
Kata Kiai Cholil, jangan salah paham dengan istilah politik identitas dan identitas politik. Bahwa politik identitas itu tidak boleh, karena politik identitas ini memecah belah umat dengan narasi politik kebencian baik dari segi suku, ras maupun agama.
Lihat Juga :