Elite Nasdem dan Demokrat Saling Tuding, Imbas Tak Kunjung Umumkan Cawapres Anies
Rabu, 23 Agustus 2023 - 09:32 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Anies Tambah Kriteria Nol untuk Bakal Cawapres, Ini Maksudnya
Ahmad Ali justru melihat tidak ada kontribusi dari partai lainnya dalam Koalisi Perubahan. "Kemudian ada orang yang mencoba memaksakan keinginannya. Dan hari ini Nasdem dituduh pengkhianat, halo? Ya saya pikir masyarakat Indonesia tahulah selama ini bagaimana ketika Anies dideklarasikan tanggal 3 Oktober saat itu juga Nasdem mulai melakukan roadshow untuk mengonsolidasikan Anies. Yang lain, bikin apa?" tanya Ali.
Menanggapi pernyataan Ahmad Ali tersebut, Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani menyebutkan Andi Arief tidak menuding partai politik manapun sehingga tidak perlu menjadi polemik.
"Bang Andi Arief tidak menuding partai mana pun, mestinya tak direspons secara berlebihan. Lagi pula interaksi dan tindakan dalam politik modern dibangun dalam bingkai rasional, tidak boleh baper. Jadi ini tak perlu dijadikan polemik," ujar Kamhar.
Kamhar menyebutkan sangat wajar apabila pihaknya kami mengingatkan dalam piagam kerja sama Koalisi Perubahan untuk Persatuan pada poin ke 4 menyatakan dalam waktu yang tidak terlalu lama KPP akan menyelenggarakan deklarasi dan mengumumkan calon presiden dan calon wakil presiden 2024-2029. "Saat ini kita telah melewati separuh jalan penandatanganan deklarasi menuju pilpres, artinya sudah kelamaan. Jadi desakan ini bukan tak berdasar, kami taat azas," kata Kamhar.
Kamhar menyebut koalisi yang bisa menentukan Bacawapres di menit-menit terakhir menjelang pendaftaran yakni yang mempunyai keunggulan elektabilitas maupun berstatus sebagai partai politik petahana.
Sedangkan Koalisi Perubahan untuk Persatuan disebut Kamhar tidak memiliki faktor tersebut. Argumentasi politik yang bisa menunda di last minute seperti yang diinginkan Partai Nasdem, hanya dimungkinkan bagi partai politik yang memiliki kemewahan modal elektabilitas jauh mengungguli kompetitor atau memiliki kemewahan sebagai penguasa atau di endorse penguasa.
Ahmad Ali justru melihat tidak ada kontribusi dari partai lainnya dalam Koalisi Perubahan. "Kemudian ada orang yang mencoba memaksakan keinginannya. Dan hari ini Nasdem dituduh pengkhianat, halo? Ya saya pikir masyarakat Indonesia tahulah selama ini bagaimana ketika Anies dideklarasikan tanggal 3 Oktober saat itu juga Nasdem mulai melakukan roadshow untuk mengonsolidasikan Anies. Yang lain, bikin apa?" tanya Ali.
Menanggapi pernyataan Ahmad Ali tersebut, Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani menyebutkan Andi Arief tidak menuding partai politik manapun sehingga tidak perlu menjadi polemik.
"Bang Andi Arief tidak menuding partai mana pun, mestinya tak direspons secara berlebihan. Lagi pula interaksi dan tindakan dalam politik modern dibangun dalam bingkai rasional, tidak boleh baper. Jadi ini tak perlu dijadikan polemik," ujar Kamhar.
Kamhar menyebutkan sangat wajar apabila pihaknya kami mengingatkan dalam piagam kerja sama Koalisi Perubahan untuk Persatuan pada poin ke 4 menyatakan dalam waktu yang tidak terlalu lama KPP akan menyelenggarakan deklarasi dan mengumumkan calon presiden dan calon wakil presiden 2024-2029. "Saat ini kita telah melewati separuh jalan penandatanganan deklarasi menuju pilpres, artinya sudah kelamaan. Jadi desakan ini bukan tak berdasar, kami taat azas," kata Kamhar.
Kamhar menyebut koalisi yang bisa menentukan Bacawapres di menit-menit terakhir menjelang pendaftaran yakni yang mempunyai keunggulan elektabilitas maupun berstatus sebagai partai politik petahana.
Sedangkan Koalisi Perubahan untuk Persatuan disebut Kamhar tidak memiliki faktor tersebut. Argumentasi politik yang bisa menunda di last minute seperti yang diinginkan Partai Nasdem, hanya dimungkinkan bagi partai politik yang memiliki kemewahan modal elektabilitas jauh mengungguli kompetitor atau memiliki kemewahan sebagai penguasa atau di endorse penguasa.
Lihat Juga :