Ahmad Basarah Sesalkan Judul Berita Beberapa Media Tidak Sesuai dengan Isi Wawancara

Selasa, 15 Agustus 2023 - 13:55 WIB
loading...
Ahmad Basarah Sesalkan...
Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah. Foto/Dok MPI/Carlos Roy Fajarta
A A A
JAKARTA - Ketua Tim Koordinasi Relawan Pemenangan Pilpres PDI Perjuangan (TKRPP-PDIP) Ahmad Basarah menyesalkan judul pemberitaan media yang tidak sesuai dengan hasil wawancara. Dia menilai isi wawancara tentang sikap PDIP terhadap PPP dipelintir sejumlah media dengan berbagai judul yang bombastis.

Wakil Ketua MPR yang juga Ketua DPP PDIP tersebut mengaku tidak berbicara sesuai judul-judul yang heboh tersebut. "Saya maklum, beberapa media massa memang cenderung menyukai berita sensasional, tetapi seharusnya tidak mengorbankan narasumber," ujar Ahmad Basarah, Senin (14/8/2023).

Menurutnya, redaksi dari media yang membuat judul-judul heboh dan melenceng dari apa yang ia sampaikan saat diwawancarai awak media seusai konferensi pers Sidang Tahunan MPR pada Senin (14/8/2023) tidak memenuhi Kode Etik Jurnalistik.

"Apalagi sampai melakukan framing kepada narasumber dan meninggalkan etika jurnalistik, seperti tidak boleh mencampurkan antara fakta dan opini," katanya.

Basarah merujuk pada sejumlah berita yang beredar berisi wawancara dengannya terkait bergabungnya PAN dan Partai Golkar ke Bacapres Prabowo Subianto. Awak media juga meminta konfirmasi sikap PDIP terhadap pernyataan petinggi PPP Arsul Sani yang mewanti-wanti jika Sandiaga Uno tidak ditunjuk menjadi Cawapres Ganjar Pranowo, partai berlambang Ka'bah tersebut akan memutus kerja sama politik yang terjalin dengan PDIP.

"Menjawab pertanyaan itu, saya hanya mengatakan 'monggo'. Tidak lebih dan tidak ada kata-kata lain. Setelah itu, saya lanjutkan penjelasan 'lagi-lagi kan bagi PDI Perjuangan kerja sama politik itu dasarnya harus kesukarelaan. Tidak boleh ada paksaan, apalagi ada ancaman, dan lain sebagainya," jelas Basarah.

Ahmad Basarah mengaku sangat terkejut membaca berita di beberapa media massa dengan judul yang sama sekali tidak pernah diucapkannya.

Dia menyebutkan sejumlah contoh judul berita yang melenceng dari arah narasi wawancara seperti 'PDIP Persilakan PPP Pergi jika Sandiaga Uno Tak Diusung jadi Cawapres Ganjar, Basarah: Monggo', atau 'PDIP Siap Ditinggal PPP Jika Sandiaga Uno Tak Diusung untuk Dampingi Ganjar Pranowo di Pilpres 2024'.

Judul lainnya seperti 'PDIP Persilakan PPP Pergi Jika Sandiaga Uno Tak Jadi Cawapres, Koalisi Ganjar Pranowo Tak Solid?’' atau 'PPP Kena Ulti PDIP, Kalau Masih Nekat Usung Sandiaga Jadi Cawapres Ganjar Dipersilakan Cabut'.

Baca Juga: Ahmad Basarah Tegaskan Koalisi Pengusung Ganjar Pranowo Tetap Kompak

"Saya tak pernah menyatakan apa yang ditulis oleh contoh judul-judul itu. Terus terang semua judul itu membuat PDI Perjuangan, khususnya saya, merasa dirugikan dan dapat merusak psikologis politik hubungan baik kami dengan teman-teman PPP,” kata Basarah.

Menurut Basarah, apa yang hendak ditekankannya saat diwawancarai awak media pesannya adalah bahwa landasan sebuah kerja sama politik dalam pilpres adalah kesukarelaan, kehendak bersama, dan tidak boleh ada paksaan satu dengan lainnya. Ia menegaskan, tanpa landasan tersebut, perjalanan sebuah kerja sama akan sulit.

"Semua bacawapres yang muncul di permukaan publik, mau Pak Sandiaga Uno, mau Pak Mahfud MD, kemudian sekarang Mbak Puan menyebut nama Mbak Yenny Wahid, ada juga mantan Panglima TNI (Purn) Jenderal Andika Perkasa, kemudian ada Pak Erick Thohir, dan banyak lagi, probability mereka untuk menjadi cawapres Pak Ganjar cukup tinggi. Kita lihat bagaimana formasi grouping parpolnya dan formasi capres cawapresnya,“ pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Dasco Pimpin Safari DPR ke Parpol Nonparlemen Minta Masukan RUU Pemilu
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
Pengurus PPP Laporkan...
Pengurus PPP Laporkan Toni, Badri, dan Saiful Hakim ke Polda Metro Atas Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan
Toni, Badri, dan Saiful...
Toni, Badri, dan Saiful Hakim Dilaporkan Kader PPP ke Polda Metro atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Muktamar
Sejumlah Pengurus PPP...
Sejumlah Pengurus PPP Daerah Dorong Polda Metro Jaya Usut Dugaan Pemalsuan Dokumen
Rekomendasi
Aljazair dan Austria...
Aljazair dan Austria Lolos Dramatis usai Bermain Imbang 3-3 di Laga Penuh Drama
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Berita Terkini
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Evaluasi dan Mendengar Masukan Masyarakat
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Kecam Dugaan Intimidasi...
Kecam Dugaan Intimidasi Dokter di NTT, Ninik: Sanksi Disiplin Jika Kader PKB Terlibat
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved