Tiga WNI Diduga Disandera Kelompok Abu Sayyaf

Sabtu, 21 Januari 2017 - 00:49 WIB
Tiga WNI Diduga Disandera...
Tiga WNI Diduga Disandera Kelompok Abu Sayyaf
A A A
MAKASSAR - Untuk kesekian kalinya, kelompok perompak Abu Sayyaf kembali menawan dan menyandera tiga warga negara Indonesia (WNI) asal Sulawesi Selatan (Sulsel) yang sedang melaut menggunakan perahu nelayan.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani menyebutkan, awalnya dilaporkan dua anak buah (ABK) kapal nelayan Sandakan dengan nomer register BN 838 asal Kabupaten Kepulauan Selayar, kemarin sore.

Mereka yakni Sudarling Samansung dan Hamdan yang merupakan warga Pulau Bembe, Desa Tanamalala, Kabupaten Kepulauan Selayar.

Namun kata Dicky belakangan diperoleh informasi lagi, seorang ABK lainnya bernama Subandi warga Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba juga ikut diculik kelompok separatis Abu Sayyaf saat melaut di sekitaran perairan Sandakan Sabah, Malaysia.

"Kami dapat informasi dari Komjen RI yang berada di Tawao, tiga warga Sulsel diculik diduga oleh kelompok Abu Sayyaf, dua orang Selayar dan satu lainnya dari Bulukumba," ujar Dicky saat dikonfirmasi Koran SINDO, Jumat (20/1/2017).

Selanjutnya, setelah memperoleh informasi tersebut, Polres Selayar dan Bulukumba kata Dikcy telah diinstruksikan menemui kerabat korban penyanderaan untuk mengabarkan kondisi terakhir para sandera.

"Yang di Selayar sudah disampaikan ke keluarganya, tapi yang di Bulukumba belum," sambung Dicky.

Lebih lanjut Dicky mengaku, hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan dimana keberadaan ketiga sandera asal Sulsel itu ditawan. Meski katanya, kebanyakan sandera kelompok Abu Sayyaf biasanya akan langsung dibawa ke Filipina Selatan setelah diculik.

Sedangkan untuk proses pembebasan para sandera, Polda Sulsel kata Dicky menyerahkan langsung upaya itu ke pemerintah pusat melalui Kementerian Luar Negeri maupun Kementerian Politik, Hukum dan HAM, untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah Filipina.

Ketiga nelayan asal Sulsel itu diketahui berangkat ke Nunukan untuk menjadi ABK kapal nelayan sejak 2015. Namun belakangan kapal yang ditumpangi mereka ditemukan dalam keadaan kosong tanpa awak di perairan Taganak Filipina Selatan.

Mesin kapal nelayan itu ditemukan dalam keadaan terus hidup dan bergerak tanpa nahkoda. Sehingga dengan jarak tempuh perkiraan daerah penculikan dengan penemuan kapal, diperkirakan kejadian tersebut pada Rabu 18 Januari lalu.
(maf)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved