Cerita Menegangkan Jenderal Kopassus Gelar Operasi Intelijen saat Kawal Jokowi di Papua
Kamis, 10 Agustus 2023 - 05:42 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 13 Brevet Mayjen Mohamad Hasan, Sosok Panglima Baru Kodam Jaya Jebolan Kopassus
”Dari Kapten Inf. Maulana saya banyak mendapat informasi tentang kondisi terakhir di Kabupaten Jaya Wijaya dan Lanny Jaya. Informasi itu sangat berguna untuk bahan pertimbangan saat melakukan pengawalan Presiden Jokowi selama di Wamena dan sekitarnya,” ujarnya, Kamis (10/8/2023).
Didampingi Ibu Iriana Joko Widodo, Panglima TNI saat itu Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ketika itu Jenderal TNI Mulyono, Danpaspampres tiba di Wamena. Di Kodim Jayawijaya, Jokowi sempat menjajal motor trail di halaman belakang.
Setelah siap, perjalanan pun di mulai. Mengendarai motor trail yang khusus didatangkan dari Istana Bogor, Presiden Jokowi melintasi jalan beraspal dan jalan yang masih berbatu sejauh 10 Km dengan jurang di sisi kanan dan kiri jalan. Jalan terjal dan berliku yang dilalui merupakan bahaya yang mengancam. Sebab jalan yang tidak beraspal cenderung licin. Mantan Pangdam Iskandar Muda (IM) Aceh ini berupaya untuk terus berada di samping kanan Presiden agar setiap saat bisa melindungi jika terjadi hal-hal yang membahayakan.
Hal yang dikhawatirkan nyaris saja terjadi, meski bisa menguasai motornya namun di beberapa jalan yang menanjak motor yang dikendarai Jokowi sempat mati karena lupa memindahkan gigi ke posisi yang lebih rendah. Melihat kondisi itu, pria kelahiran Sumatera Barat, 13 Maret 1971 ini pun dengan sigap langsung mendekat dan menahan motor Jokowi agar tidak mundur mendadak.
“Sejauh yang saya ingat dua kali motor Presiden mati mesin di medan menanjak. Meski demikian perjalanan menerabas Wamena Habema berjalan lancar dan rombongan Presiden Jokowi tiba di pinggir Danau Habema dalam keadaan selamat,” ucapnya.
”Dari Kapten Inf. Maulana saya banyak mendapat informasi tentang kondisi terakhir di Kabupaten Jaya Wijaya dan Lanny Jaya. Informasi itu sangat berguna untuk bahan pertimbangan saat melakukan pengawalan Presiden Jokowi selama di Wamena dan sekitarnya,” ujarnya, Kamis (10/8/2023).
Didampingi Ibu Iriana Joko Widodo, Panglima TNI saat itu Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ketika itu Jenderal TNI Mulyono, Danpaspampres tiba di Wamena. Di Kodim Jayawijaya, Jokowi sempat menjajal motor trail di halaman belakang.
Setelah siap, perjalanan pun di mulai. Mengendarai motor trail yang khusus didatangkan dari Istana Bogor, Presiden Jokowi melintasi jalan beraspal dan jalan yang masih berbatu sejauh 10 Km dengan jurang di sisi kanan dan kiri jalan. Jalan terjal dan berliku yang dilalui merupakan bahaya yang mengancam. Sebab jalan yang tidak beraspal cenderung licin. Mantan Pangdam Iskandar Muda (IM) Aceh ini berupaya untuk terus berada di samping kanan Presiden agar setiap saat bisa melindungi jika terjadi hal-hal yang membahayakan.
Hal yang dikhawatirkan nyaris saja terjadi, meski bisa menguasai motornya namun di beberapa jalan yang menanjak motor yang dikendarai Jokowi sempat mati karena lupa memindahkan gigi ke posisi yang lebih rendah. Melihat kondisi itu, pria kelahiran Sumatera Barat, 13 Maret 1971 ini pun dengan sigap langsung mendekat dan menahan motor Jokowi agar tidak mundur mendadak.
“Sejauh yang saya ingat dua kali motor Presiden mati mesin di medan menanjak. Meski demikian perjalanan menerabas Wamena Habema berjalan lancar dan rombongan Presiden Jokowi tiba di pinggir Danau Habema dalam keadaan selamat,” ucapnya.
Lihat Juga :