Didorong Maju Jadi Ketum IKA UB, Sekjen PUPR Punya Harapan Besar

Rabu, 09 Agustus 2023 - 16:14 WIB
loading...
Didorong Maju Jadi Ketum...
Sekjen Kementerian PUPR, Mohammad Zainal Fatah. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Ikatan Keluarga Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat 11 Agustus 2023. Sejumlah nama muncul untuk menjadi calon Ketua Umum IKA UB, seperti Sekjen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mohammad Zainal Fatah.

Zainal Fatah didorong menggantikan Ketum IKA UB Periode 2019-2023, Prof Erani Yustika yang akan habis masa tugasnya bulan ini.

Cak Fatah, sapaan akrabnya, mengakui sudah lama mendapat dorongan dari banyak pihak untuk maju sebagai calon Ketum IKA UB. Makin mendekati Munas, dorongan makin banyak. Ia pun akhirnya meminta izin ke Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk maju.

"Saya bilang, Pak saya jadi maju IKA UB. Beliau jawab, Oiya harus. Kalau beliau bilang harus kan berarti sudah tugas," kata Cak Fatah, saat ditemui awak media di taman Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (9/8/2023).

Cak Fatah menyampaikan, publik pastinya sudah hafal dari spirit Pak Basuki. "Kalau dikasih tugas enggak boleh mundur," ujarnya.

Kenapa akhirnya mau menjadi Caketum IKA UB? Komisaris Utama PT Jasa Marga (Persero) itu berharap ke depan IKA UB menjadi besar. IKA dapat membersamai alumni muda untuk mencapai karier lebih cepat.

"Caranya dengan memberikan akses kesempatan pelatihan, pemagangan, sertifikasi profesional, dan kerja. Dari alumni untuk alumni," cetusnya.

Menurut dia, IKA UB punya potensi luar biasa untuk menjadi besar. Dilihat dari input misalnya, mahasiswa UB jumlahnya paling besar. Begitu masuk kampus, dosen UB juga termasuk pemegang paten terbesar.

Bukan hanya sekadar penelitian, tapi sudah berbentuk barang yang mendapat paten yang sebagian besar di home industry. Artinya karya dosen UB sudah diakui dan sudah terstandar.

Kemudian interaksi dosen dan mahasiswa juga bagus. Terlihat dari kalau ada gelaran PIMNAS, Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional itu yang juara pasti UB. "Kalau enggak juara 2 pasti juara 1," ungkapnya. .

Menurut dia, untuk memaksimalkan potensi besar itu mudah saja. Cara menghilirisasinya adalah mendorong atau mensinergikan kekuatan alumni. Menurut dia, kekuatan alumni UB itu besar. Tersebar di pemerintahan, swasta, dan BUMN. Beberapa sedang berada di puncak karier.

"Jadi ini ada raksasa tidur yang harus kita bangunkan," cetusnya.

Cara membangunkannya adalah yang senior mendampingi yang muda. Alumni yang muda yang baru lulus ini gimana caranya agar bisa cepat mendapat kerja.

"Dari awal dikenalkan pada dunia kerja. Semangatnya seperti itu. Yang muda dibersamai, seluruh kekuatan itu. Dikasih pelatihan-pelatihan. Sebenarnya program pemerintah itu sudah ada," ungkapnya.

Terkait nama lain yang maju menjadi Caketum IKA UB? Pria kelahiran Pamekasan, Madura, tahun 1966 ini mengatakan, lebih banyak yang maju itu lebih baik. Itu artinya kan menunjukkan perhatian alumni terhadap IKA UB.

"Tinggal nanti cocoknya di mana. Saya kenal dengan semua nama-nama yang didorong maju. Dan saya sudah komunikasi. Its OK. Enggak masalah. Mereka juga tahu. Kita kan niatnya ingin memperbaiki. Tinggal nanti Munas mutusinnya seperti apa," paparnya.

Cak Fatah menempuh pendidikan sarjana S1 Teknologi Pertanian, Teknik Tanah Dan Air (TTA), di Universitas Brawijaya angkatan 1984. Ia lalu melanjutkan pendidikan magister S2 Ilmu Perencanaan Wilayah dan Perdesaan (Program Non Gelar) di Institut Pertanian Bogor pada 1996 dan S2 Administrasi Kebijakan Publik (Program Non Gelar) di Universitas Indonesia pada 2005.

Cak Fatah juga adalah salah satu sosok yang berada di balik massifnya pembangunan infrastruktur di era Presiden Jokowi. Ia juga tergabung dalam Tim Nasional P3DN (Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri).

Berkat tim yang di bawah komandonya, Kementerian PUPR berhasil meraih peringkat pertama Kementerian dengan penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) terbesar pada acara Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) di Jakarta, Maret lalu.

Sebelum menjadi Sekjen Kementerian PUPR, Cak Fatah pernah menjabat sebagai Asisten Deputi Infrastruktur Sumber Daya Air di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Staf Ahli Menteri Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Investasi di Kementerian PUPR.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Uji Coba MLFF Dipersiapkan Matang
Geledah Rumah Kadis...
Geledah Rumah Kadis PUPR Sumut, KPK Sita Pistol dan Uang Rp2,8 Miliar
KPK: Kadis PUPR Sumut...
KPK: Kadis PUPR Sumut Tersangka Suap Proyek Jalan Bakal Dapat Jatah Rp8 Miliar
Anak Buah Terjaring...
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menteri PU: Saya akan Evaluasi Seluruh Pejabat
KPBU dalam Dinamika...
KPBU dalam Dinamika Pembiayaan Pembangunan
Konstruksi Perkara OTT...
Konstruksi Perkara OTT KPK Dugaan Suap Proyek Dinas PUPR OKU
Kementerian PU Diminta...
Kementerian PU Diminta Renovasi Jembatan Horor di Perbatasan Sidoarjo–Mojokerto
SPAM Regional Jatiluhur...
SPAM Regional Jatiluhur Pasok Air Bersih untuk Warga Bekasi
2 Eks Bendahara Dinas...
2 Eks Bendahara Dinas PUPR Nias Selatan Jadi Tersangka Kasus Korupsi Anggaran Belanja
Rekomendasi
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Profil Eloy Room, Kiper...
Profil Eloy Room, Kiper Moncer Timnas Curacao yang Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved