Jambore Dunia di Korsel Dilanda Panas Ekstrem, Ustaz Yusuf Mansur: Kontingen Pramuka Binaan Saya Sehat
Senin, 07 Agustus 2023 - 13:00 WIB
loading...
A
A
A
Ustaz Yusuf Mansur menuturkan sampai sejauh ini dirinya terus memantau perkembangan para santri-santriwati tahfizh Daarul Qur'an yang mengikuti Jambore Pramuka Internasional di Korsel. Dengan tentunya, terus melakukan kontak dengan para pembina dan ustaz maupun ustazah untuk mengabarkan informasi terbaru.
"Saya terus terhubung dengan kakak-kakak pembina dan ustaz-ustazah yang ikut mendampingi 100 lebih anak-anak pesantren tahfizh Daarul Quran yang ikut Jambore Pramuka Internasional di Korsel. Insyaallah semuanya dalam keadaan baik-baik saja," tegasnya.
Ustaz Yusuf Mansur mengakui pada kegiatan Jambore Pramuka Internasional terdapat sejumlah negara yang mengundurkan diri karena kondisi cuaca ekstrem di Korsel yang tidak memungkinkan. "Ada memang (peserta Jambore Pramuka Internasional) beberapa negara yang mundur. Mungkin karena cuacanya beda dan dianggapnya esktrem jadi pada tumbang, tetapi karena Korsel dan Indonesia (cuacanya) barangkali beda-beda tipis gitu," ujarnya.
Diketahui, pelaksanaan Jambore Pramuka Internasional ke-25 di Korsel terancam batal lantaran kondisi cuaca panas ekstrem di negara tersebut. Pasalnya, suhu di Saemangeum yang berdekatan Buan, lokasi Jambore Pramuka Internasional ke-25 berlangsung, mencapai 34 derajat celsius.
Kondisi cuaca panas ekstrem tersebut membuat sejumlah kontingen dari beberapa negara angkat koper, seperti kontingen pramuka dari Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura. Apalagi kondisi ini menjadi pukulan berat bagi penyelenggara dan pemerintah Korsel.
"Saya terus terhubung dengan kakak-kakak pembina dan ustaz-ustazah yang ikut mendampingi 100 lebih anak-anak pesantren tahfizh Daarul Quran yang ikut Jambore Pramuka Internasional di Korsel. Insyaallah semuanya dalam keadaan baik-baik saja," tegasnya.
Ustaz Yusuf Mansur mengakui pada kegiatan Jambore Pramuka Internasional terdapat sejumlah negara yang mengundurkan diri karena kondisi cuaca ekstrem di Korsel yang tidak memungkinkan. "Ada memang (peserta Jambore Pramuka Internasional) beberapa negara yang mundur. Mungkin karena cuacanya beda dan dianggapnya esktrem jadi pada tumbang, tetapi karena Korsel dan Indonesia (cuacanya) barangkali beda-beda tipis gitu," ujarnya.
Diketahui, pelaksanaan Jambore Pramuka Internasional ke-25 di Korsel terancam batal lantaran kondisi cuaca panas ekstrem di negara tersebut. Pasalnya, suhu di Saemangeum yang berdekatan Buan, lokasi Jambore Pramuka Internasional ke-25 berlangsung, mencapai 34 derajat celsius.
Kondisi cuaca panas ekstrem tersebut membuat sejumlah kontingen dari beberapa negara angkat koper, seperti kontingen pramuka dari Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura. Apalagi kondisi ini menjadi pukulan berat bagi penyelenggara dan pemerintah Korsel.
Lihat Juga :