Presiden Jokowi Dijadwalkan Akan Buka ASEAN IIDC di Jakarta
Kamis, 03 Agustus 2023 - 01:43 WIB
loading...
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf. Foto/MPI/Widya Michella
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan membuka Konferensi ASEAN Intercultural and Interreligious Dialogue Conference (IIDC) yang diselenggarakan di Hotel Ritz Carlton Jakarta, pada 7 Agustus 2023 mendatang. Sebanyak 200 undangan meliputi partisipan dan pembicara juga telah terkonfirmasi bakal hadir dalam forum tersebut.
“Insya Allah akan dihadiri dan dibuka langsung Presiden Joko Widodo, kami sudah dapat konfirmasi dari kepresidenan. Nanti akan ada sebanyak 200 peserta dari berbagai tokoh agama dan sekitarnya dan tokoh yang kami undang ini melalui kerja sama pemerintah negara asalnya,” ungkap Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam keterangannya, Selasa (2/8/2023).
Dia mengatakan, inisiasi ASEAN IIDC mengambil momentum ASEAN Summit 2023, di mana Indonesia didapuk sebagai tuan rumah. ASEAN IIDC, kata Gus Yahya, diarahkan untuk mendorong konsolidasi jaringan.
Gagasan dasarnya adalah memperkuat konsolidasi jaringan dari pada tokoh dan pemimpin agama di lingkungan ASEAN dan jaringan negara-negara ASEAN, termasuk Amerika, Jepang, dan India.
“Ini belum pernah terjadi sebelumnya bahwa forum tokoh-tokoh agama ini dijalankan dalam koordinasi yang erat dengan pemerintahan-pemerintahan,” kata Gus Yahya.
“Insya Allah akan dihadiri dan dibuka langsung Presiden Joko Widodo, kami sudah dapat konfirmasi dari kepresidenan. Nanti akan ada sebanyak 200 peserta dari berbagai tokoh agama dan sekitarnya dan tokoh yang kami undang ini melalui kerja sama pemerintah negara asalnya,” ungkap Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam keterangannya, Selasa (2/8/2023).
Dia mengatakan, inisiasi ASEAN IIDC mengambil momentum ASEAN Summit 2023, di mana Indonesia didapuk sebagai tuan rumah. ASEAN IIDC, kata Gus Yahya, diarahkan untuk mendorong konsolidasi jaringan.
Gagasan dasarnya adalah memperkuat konsolidasi jaringan dari pada tokoh dan pemimpin agama di lingkungan ASEAN dan jaringan negara-negara ASEAN, termasuk Amerika, Jepang, dan India.
“Ini belum pernah terjadi sebelumnya bahwa forum tokoh-tokoh agama ini dijalankan dalam koordinasi yang erat dengan pemerintahan-pemerintahan,” kata Gus Yahya.
Lihat Juga :