Lambatkan Tes Covid-19 Bisa Jadi Bom Waktu, Berbahaya bagi Warga
Rabu, 29 Juli 2020 - 10:16 WIB
loading...
A
A
A
Putri politisi senior Partai Golkar Fahmi Idris itu menyarankan pemerintah daerah lain untuk meningkatkan tes massal seperti DKI Jakarta. "Jangan mengurangi atau melambatkan jumlah tes hanya untuk memberikan kesan ke publik bahwa kasus positif di daerah Anda turun. Ini bisa menjadi ‘bom waktu’ yang berbahaya bagi warga," pungkasnya.
Diketahui, jumlah orang yang terpapar Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Data terakhir, ada penambahan kasus positif sebanyak 1.748 orang, sehingga total menjadi 102.051 orang.
Tambahan kasus positif itu terjadi di beberapa provinsi besar. Berdasarkan data 28 Juli 2020, DKI Jakarta 409, Jawa Barat 128, Jawa Tengah 185, Jawa Timur 313, dan Sulawesi Selatan 132 orang positif Covid-19.(Baca juga: 102.051 Orang Positif Covid-19, 60.539 Sembuh 4.901 Meninggal ).
Bahkan, sekarang perkantoran di Ibu Kota menjadi klaster baru penyebaran virus Sars Cov-II. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus meningkatkan jumlah tes polymerase chain reaction (PCR).
Diketahui, jumlah orang yang terpapar Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Data terakhir, ada penambahan kasus positif sebanyak 1.748 orang, sehingga total menjadi 102.051 orang.
Tambahan kasus positif itu terjadi di beberapa provinsi besar. Berdasarkan data 28 Juli 2020, DKI Jakarta 409, Jawa Barat 128, Jawa Tengah 185, Jawa Timur 313, dan Sulawesi Selatan 132 orang positif Covid-19.(Baca juga: 102.051 Orang Positif Covid-19, 60.539 Sembuh 4.901 Meninggal ).
Bahkan, sekarang perkantoran di Ibu Kota menjadi klaster baru penyebaran virus Sars Cov-II. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus meningkatkan jumlah tes polymerase chain reaction (PCR).
(zik)
Lihat Juga :