Rocky Gerung Rendahkan Jokowi, PPP: Ada Konsekuensi Hukum, Jangan Dibilang Kriminalisasi

Selasa, 01 Agustus 2023 - 13:34 WIB
loading...
Rocky Gerung Rendahkan...
Ketua DPP PPP Achmad Baidowi menyebutkan pernyataan yang disampaikan Pegiat Media Sosial Rocky Gerung telah menghina dan melecehkan Presiden Jokowi. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi menyebutkan pernyataan yang disampaikan Pegiat Media Sosial Rocky Gerung telah menghina dan melecehkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal tersebut ia sampaikan terkait pernyataan kontroversial Rocky Gerung yang menyebutkan Presiden Jokowi dengan kalimat tidak pantas dan menghina sosok pribadi Jokowi.

Baca juga: Hasto Nilai Omongan Rocky Gerung Puncak Kemandulan Akal Sehat

"Kalimat yang disampaikan sangat emosional, menghina, dan merendahkan, tidak mencerminkan kalimat seorang intelektual," ujar Baidowi kepada wartawan, Selasa (1/8/2023)

Menurutnya, sebagai seorang akademisi, Rocky Gerung tidak pantas menyampaikan ucapan seperti yang sudah beredar dan viral di media sosial.

"Apakah seperti itu ciri-ciri aliran filsafat kedunguan? Silakan saja mengkritik tapi jangan menghina dan melecehkan," tegasnya.

Baidowi meminta Rocky Gerung dan pendukungnya untuk tidak menyebutkan tindakan hukum yang telah dilaporkan oleh sejumlah relawan kepada pihak kepolisian sebagai kriminalisasi.

Ia menyebutkan pelaporan tersebut merupakan hubungan sebab akibat atas apa yang sudah disampaikan oleh Rocky Gerung dan membuat polemik di tengah masyarakat.

"Kalau menghina dan melecehkan itu ada konsekuensi hukum. Kalau nanti ada proses hukum, jangan sampai dibilang kriminalisasi," pungkas pria yang akrab dipanggil Awiek tersebut.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, akun Twitter IrHMFAbdurahman @HmfaqihA mengunggah potongan video berdurasi 1 menit 38 detik terkait pernyataan Rocky Gerung dalam pertemuan aliansi gerakan buruh di Bekasi Jawa Barat pada akhir Juli 2023 lalu.

Dalam video yang viral tersebut, Rocky Gerung menghina sosok pribadi Jokowi sebagai ba***gan tolol dan ba***gan pengecut.

Berikut ucapan utuh Rocky Gerung dalam video yang viral:

"Begitu Jokowi kehilangan kekuasaannya dia akan jadi rakyat biasa, gak akan ada yang peduli nanti. Tapi ambisi Jokowi adalah mempertahankan legacynya, dia masih pergi ke China buat nawarin IKN.

Dia masih mondar-mandir dari satu koalisi ke koalisi yang lain untuk mencari kejelasan nasibnya itu. Dia memikirkan nasibnya sendiri, dia tidak memikirkan nasib kita.

Itu ba***gan yang tolol. Kalau dia ba***gan yang pintar dia mau terima berdebat dengan Jumhur Hidayat. Tapi ba***gan tolol itu sekaligus ba***gan yang pengecut. Ajaib ba***gan tapi pengecut.

Jadi teman-teman kita harus lantangkan ini, saya percaya bahwa pada 10 Agustus nanti akan ada kemacetan di jalan tol. Bukan saya percaya, saya inginkan.

Lebih baik macet di jalan tol daripada macet di jalan pikiran. Kita perlukan itu. Sejarah menunggu kita, dan siapa yang dipanggil sejarah dia mesti mewakafkan waktu dan tenaganya untuk memungkinkan sejarah itu menempuh jalurnya sendiri.

Baca juga: Rocky Gerung Pede Polri Tak Bakal Proses Laporan Relawan Jokowi

Tidak ada perubahan tanpa gerakan, saya bisa kasih kritik macem-macem, tapi kekuasaan hanya berubah kalau ditandingi oleh massa. Kekuasaan selalu takut pada massa. Sejarahnya seperti itu, sunnatullah nya begitu," kata Rocky Gerung.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Putusan PN Jakpus,...
Sikapi Putusan PN Jakpus, Kuasa Hukum PPP Maluku Akan Tempuh Kasasi
Menang Lagi di PN Jakpus,...
Menang Lagi di PN Jakpus, Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen pada SK Plt Maluku
Sidang Gugatan Muktamar...
Sidang Gugatan Muktamar PPP, Saksi Tergugat Dinilai Tidak Konsisten
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
Sidang Gugatan PPP,...
Sidang Gugatan PPP, Ketua SC Mengaku Borong Kamar Hotel untuk Persidangan Muktamar
Dilaporkan ke Bareskrim...
Dilaporkan ke Bareskrim terkait Dugaan Ujaran Kebencian, Respons Abu Janda Mengejutkan
Pengurus PPP Laporkan...
Pengurus PPP Laporkan Toni, Badri, dan Saiful Hakim ke Polda Metro Atas Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Tim Advokasi: Dedi Saputra...
Tim Advokasi: Dedi Saputra Cukup Dijatuhi Hukuman Pengawasan dan Kerja Sosial
Rekomendasi
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
Perayaan HUT Ke-25 Kota...
Perayaan HUT Ke-25 Kota Cimahi di Konser I Love RCTI Cimahi Dipadati Puluhan Ribu Penonton
Tiara Andini dan Alshad...
Tiara Andini dan Alshad Ahmad Sama-sama di Los Angeles, Warganet Ramai Berspekulasi
Berita Terkini
Koalisi Masyarakat Sipil...
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Hentikan Latsarmil KDMP setelah 5 Peserta Meninggal
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Evaluasi dan Mendengar Masukan Masyarakat
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved