Dewan Pers: Perpres Publishers Rights Bangun Ekosistem Pers yang Sehat dan Menyehatkan Media

Sabtu, 29 Juli 2023 - 15:42 WIB
loading...
Dewan Pers: Perpres...
Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu dalam dialog Polemik MNC Trijaya FM, Sabtu (29/7/2023. Foto: MPI
A A A
JAKARTA - Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu mengatakan Peraturan Presiden (Perpres) Publishers Rights bisa membangun ekosistem pers yang sehat dan menyehatkan media. Untuk itu, Dewan Pers telah membentuk sejak awal Tim Adhoc untuk menyusun draft Perpres Publishers Rights.

Hal itu disampaikan Ninik dalam dialog Polemik MNC Trijaya FM, Sabtu (29/7/2023).Sebelumnya, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), dan Indonesian Digital Association (IDA) mendorong agar mengkaji kembali naskah Rancangan Perpres tentang Tanggung Jawab Platform Digital untuk Jurnalisme yang berkualitas.

Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi memastikan naskah rancangan Perpres tersebut sudah disetorkan kepada Sekretariat Negara untuk ditandatangani Presiden hanya sepekan setelah dilantik, pada Senin 24 Juli 2023.

Namun, beberapa poin dalam naskah rancangan terakhir belum disepakati seluruh pemangku kepentingan di industri media.

Baca Juga: Dewan Pers Sesalkan Kekerasan dan Intimidasi terhadap Jurnalis di Acara Diskusi GMPG

“Karena memang rantai distribusi pemberitaan melalui platform itu tidak bisa lagi disangkal gitu. Oleh karena itu, membangun ekosistem, apakah nanti dukungan terhadap penguatan media kita, penguatan terhadap sumber daya jurnalis kita, itu bagian yang menurut saya penting untuk mendapatkan dukungan dari platform,” ungkap Ninik.

Merespons adanya keberatan dari sejumlah asosiasi Pers Indonesia, Ninik mengatakan bahwa Dewan Pers telah membentuk sejak awal tim adhoc untuk menyusun draft Perpres tersebut.

“Jadi Dewan Pers sejak awal membentuk tim ad hoc untuk menyusun draft Perpres ini karena memang konsen pada dua hal. Pertama soal karya jurnalistik berkualitas dan independensi pers. Lalu yang kedua adalah terkait dengan keadilan pendapatan ya bagi media dan platform. Saya kira karena ada sisi hal tentang bisnis, tapi sisi hal adalah soal kemerdekaan pers,” kata Ninik.

Ninik mengatakan bahwa dalam perumusan kebijakan memang ada prosesnya. Namun, dia memastikan jika pemerintah yang sejak 2021 meskipun berubah kepemimpinan dan berlanjut di tahun 2022 bersinergi dengan pemerintah.

“Memang naik turun di dalam penyiapan sebuah kebijakan, saya kira itu wajar saja. Ada yang setuju tidak setuju, kemudian membuat rumusan baru di reformulasi, Saya kira itu biasa dalam menyusun sebuah kebijakan,” tandasnya.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketua Dewan Pers Komaruddin...
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Tekankan Sikap Kritis dan Konstruktif Media Massa
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Pemerintah Gandeng Homeless...
Pemerintah Gandeng Homeless Media, Dewan Pers: Mereka Jangan Menjadi Humas
Komdigi: Butuh Perjuangan...
Komdigi: Butuh Perjuangan dan Konsistensi Panjang dalam Menjaga Kebebasan Pers
Timnas Korea Selatan...
Timnas Korea Selatan Boikot Delegasi Pers Negaranya di Piala Dunia 2026
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
Perpres ATS 2026 Diresmikan,...
Perpres ATS 2026 Diresmikan, Pemerintah dan Daerah Bersinergi Cegah Anak Putus Sekolah
Rekomendasi
Pelajar Tewas Tersangkut...
Pelajar Tewas Tersangkut Kabel, DPRD Desak Pemprov DKI Jakarta Tata Ulang Pengelolaan Utilitas
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
Portugal Difavoritkan,...
Portugal Difavoritkan, Ronaldo Dituntut Pecah Telur
Berita Terkini
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved