Ini Alasan Jepang Lebih Pilih Tenaga Kerja Asing dari Indonesia

Jum'at, 28 Juli 2023 - 01:58 WIB
loading...
Ini Alasan Jepang Lebih...
Gubernur Prefektur Miyagi, Yoshihiro Murai. Foto/Widya Michella Nur Syahida
A A A
JAKARTA - Negara Jepang mengalami peningkatan jumlah warga negara asing pada tahun ini. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang menunjukkan adanya peningkatan sebesar 10,7% menjadi 2,99 juta dari tahun sebelumnya per Juli 2023.

Gubernur Prefektur Miyagi, Yoshihiro Murai menyambut baik adanya fenomena baru tersebut. Hal ini dikarenakan Jepang mengalami pengurangan populasi sehingga membutuhkan banyak tenaga kerja terampil untuk pertumbuhan ekonomi.

"Saya sangat berharap siapa pun datang di Prefektur Miyagi. Oleh karena itu kami akan menyambut baik sebagai saudara atau sebagai keluarga," kata Yoshihiro saat ditemui wartawan dalam acara penandatanganan perjanjian kerja sama antara Prefektur Miyagi dan PT OS Selnajaya untuk penempatan SDM Indonesia di Menara Astra, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2023).

Baca juga: Merayakan 65 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia dan Jepang dengan Boneka

Dia mengungkapkan, Jepang saat ini membuka peluang kerja sebanyak-banyaknya untuk para pekerja asing, khususnya warga negara Indonesia (WNI). Bahkan dirinya mengajak para pekerja untuk tinggal di negeri sakura tersebut.

"Ada orang asing sah-sah saja, oleh karena itu kami sangat berharap sebanyak-banyak mungkin orang Indonesia yang datang tidak hanya sebagai pekerja atau peserta magang. Tetapi juga suatu saat mereka memilih Jepang sebagai tempat tinggal untuk itu kami sangat berharap untuk ke depan jadi memang tidak dibatasi saat ini," ujarnya.

Lebih lanjut, Yoshihiro Murai mengatakan bahwa dipilihnya Indonesia sebagai salah satu negara untuk penempatan tenaga kerja di Jepang, karena warga Indonesia dinilai sebagai orang jujur, rajin, dan menyukai budaya Jepang.

"Oleh karena itu kami juga sangat berharap yang datang juga yang sifatnya yang baik, jujur, dan rajin. Saya sangat senang sekali karena untuk mewujudkan hal tersebut yang sangat penting adalah kerja sama dalam hal ini kami sangat menyambut baik penandatanganan nota kerja sama baik ini," ujarnya.

Dengan demikian, pihaknya juga akan mengatur situasi dan kondisi lingkungan hidup sedemikian rupa supaya peserta magang maupun pekerja bisa hidup dengan nyaman. "Prefektur Miyagi terletak di tempatnya strategis satu setengah jam dari Tokyo oleh karena itu kami sangat berharap peserta magang maupun pekerja yang akan ditempatkan dari Indonesia bisa hidup dengan nyaman dan menjadi fans atau penggemar Jepang," tuturnya.

Dia menyampaikan sejumlah keunggulan yang ada pada Prefektur Miyagi. Mulai dari jarak ke Tokyo yang hanya 1,5 jam, memiliki selisih temperatur terkecil dan terendah di antara 47 prefektur di Jepang hingga mempunyai komunitas masyarakat Indonesia. "Oleh karena itu bagi teman-teman yang akan mau berangkat juga tidak usah khawatir karena sudah terbentuk komunitas dan jalur informasi lainnya," tuturnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT OS Selnajaya Indonesia, Satoshi Miyajima mengatakan bahwa kerja sama ini menjadi kali pertama pihaknya bekerja sama langsung dengan pemerintah Jepang dalam menyalurkan tenaga kerja. Target ke depan, ada sebanyak kurang lebih 3.000 WNI yang akan dikirim ke Prefektur Miyagi, Jepang.

"Ini pertama kali bekerja sama dengan Prefektur Miyagi. Mereka sekarang memikirkan untuk bagaimana membantu atau mendukung orang asing atau orang Indonesia tadi. Mereka sangat berharap karena perlu banyak tenaga kerja Indonesia ke Jepang baik di bidang perawat, manufaktur maupun sektor perikanan," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Kasus TPPO Turun Signifikan,...
Kasus TPPO Turun Signifikan, Hendarsam: Kerentanan di Daerah Migran Masih Tinggi
Ratifikasi Konvensi...
Ratifikasi Konvensi ILO 188, Perlindungan Pekerja Laut Perlu Diperkuat
Prihatin Kapal TKI Ilegal...
Prihatin Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Malaysia, DPR: Ada Indikasi Kuat Pelanggaran HAM
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan...
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan 3.570 WNI dari Malaysia
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Anggap China Jadi Ancaman,...
Anggap China Jadi Ancaman, Menhan Jepang: Kita Hadapi Tantangan Baru
Rekomendasi
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
BYD M6 DM Diklaim Irit...
BYD M6 DM Diklaim Irit 65 Km/Liter, Sudah Diuji 150 Km Nyaris Tanpa Minum Bensin
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
10 Universitas di Indonesia...
10 Universitas di Indonesia Ini Lulusannya Gampang Dapat Kerja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved