Partai Golkar Diyakini Terbelah di Pilpres 2024 jika Airlangga Dilengserkan
Minggu, 23 Juli 2023 - 14:22 WIB
loading...
Partai Golkar diyakini bakal terbelah pada Pilpres 2024 jika Airlangga Hartarto dilengserkan dari kursi ketua umum partai berlambang pohon beringin itu. Foto/Dok MPI
A
A
A
JAKARTA - Partai Golkar diyakini bakal terbelah pada Pilpres 2024 jika Airlangga Hartarto dilengserkan dari kursi ketua umum partai berlambang pohon beringin itu. Diketahui, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia siap diusung menjadi calon Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Airlangga melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).
"Jika Airlangga terguling, dukungan Golkar ke capres berpotensi pecah alias tidak bisa solid lagi karena friksi internal yang tidak bisa dibendung," ujar Pengamat Politik Citra Institute sekaligus Dekan FISIP UNPAM Serang Yusak Farchan dalam keterangannya, Minggu (23/7/2023).
Nantinya, kata Yusak, sebagian Fraksi Golkar akan berpindah haluan dengan pilihan calon presiden (capres) masing-masing. "Sebagian faksi berpotensi merapat ke Prabowo, Ganjar, bahkan Anies. Inilah risiko politik yang dihadapi Golkar jika Munaslub digelar," imbuhnya.
Baca juga: Siap Jadi Caketum Golkar, Bahlil Lahadalia Merasa Terpanggil Selamatkan Partai
Namun, lanjut Yusak, jika Golkar bertahan dengan opsi Airlangga capres, konsekuensinya adalah membentuk poros baru. "Persoalannya, poros baru yang akan dibentuk Golkar berpotensi tidak memiliki magnet elektoral bagi partai lain untuk bergabung," tuturnya.
"Jika Airlangga terguling, dukungan Golkar ke capres berpotensi pecah alias tidak bisa solid lagi karena friksi internal yang tidak bisa dibendung," ujar Pengamat Politik Citra Institute sekaligus Dekan FISIP UNPAM Serang Yusak Farchan dalam keterangannya, Minggu (23/7/2023).
Nantinya, kata Yusak, sebagian Fraksi Golkar akan berpindah haluan dengan pilihan calon presiden (capres) masing-masing. "Sebagian faksi berpotensi merapat ke Prabowo, Ganjar, bahkan Anies. Inilah risiko politik yang dihadapi Golkar jika Munaslub digelar," imbuhnya.
Baca juga: Siap Jadi Caketum Golkar, Bahlil Lahadalia Merasa Terpanggil Selamatkan Partai
Namun, lanjut Yusak, jika Golkar bertahan dengan opsi Airlangga capres, konsekuensinya adalah membentuk poros baru. "Persoalannya, poros baru yang akan dibentuk Golkar berpotensi tidak memiliki magnet elektoral bagi partai lain untuk bergabung," tuturnya.
Lihat Juga :