Elektabilitas Partai Golkar Tinggal 6%, Bahlil Lahadalia: Sudah Lampu Kuning
Sabtu, 22 Juli 2023 - 22:52 WIB
loading...
Kader Partai Golkar yang juga Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia mengatakan kondisi partai berlogo pohon beringin tersebut genting. Foto/Setkab
A
A
A
JAKARTA - Kader Partai Golkar yang juga Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan kondisi partai berlogo pohon beringin tersebut genting. Elektabilitas Golkar kini hanya 6%.
"Sudah lampu kuning, dari double digit jadi satu digit. Satu digit 6 persen pula. Dulu kita pemilu (Pemilu 2019) partai Golkar dapat 13 persen, surveinya itu 10 persen sebenarnya. Tapi tidak pernah 6 persen bos, Golkar itu paling jelek 9 (persen)," ujar Bahlil di rumahnya, Jalan Denpasar, Jakarta Selatan, Sabtu (22/7/2023) malam.
Baca juga: Bahlil Lahadalia Isyaratkan Siap Jadi Caketum Golkar
Bahlil pun heran elektabilitas Partai Golkar menurun drastis. Berbeda dengan partai pendukung Jokowi lainnya seperti PDIP dan Gerindra.
"Ya gini, diskusi dengan banya teman-teman, kenapa Golkar turun? Padahal kita punya menteri berapa? Apalagi kita dukung Pak Jokowi, kenapa partai pendukung lain seperti Gerindra itu naik, PDIP naik, kita bicara partai 3 besar ya."
"Harusnya Golkar ikut naik dong. Toh Golkar juga dukung Jokowi, harusnya Jokowi sukses dengan elektabilitas elektoral yang 80 persen harusnya berimbas juga pada Golkar," sambungnya.
Bahlil menilai telah terjadi mismanajemen di Partai Golkar yang menyebabkan elektabilitasnya anjlok menyentuh 6%. Menurutnya, Golkar harusnya mendulang hasil yang sama dengan PDIP dan Gerindra.
"Sudah lampu kuning, dari double digit jadi satu digit. Satu digit 6 persen pula. Dulu kita pemilu (Pemilu 2019) partai Golkar dapat 13 persen, surveinya itu 10 persen sebenarnya. Tapi tidak pernah 6 persen bos, Golkar itu paling jelek 9 (persen)," ujar Bahlil di rumahnya, Jalan Denpasar, Jakarta Selatan, Sabtu (22/7/2023) malam.
Baca juga: Bahlil Lahadalia Isyaratkan Siap Jadi Caketum Golkar
Bahlil pun heran elektabilitas Partai Golkar menurun drastis. Berbeda dengan partai pendukung Jokowi lainnya seperti PDIP dan Gerindra.
"Ya gini, diskusi dengan banya teman-teman, kenapa Golkar turun? Padahal kita punya menteri berapa? Apalagi kita dukung Pak Jokowi, kenapa partai pendukung lain seperti Gerindra itu naik, PDIP naik, kita bicara partai 3 besar ya."
"Harusnya Golkar ikut naik dong. Toh Golkar juga dukung Jokowi, harusnya Jokowi sukses dengan elektabilitas elektoral yang 80 persen harusnya berimbas juga pada Golkar," sambungnya.
Bahlil menilai telah terjadi mismanajemen di Partai Golkar yang menyebabkan elektabilitasnya anjlok menyentuh 6%. Menurutnya, Golkar harusnya mendulang hasil yang sama dengan PDIP dan Gerindra.
Lihat Juga :