Gus Yahya Ingatkan Pejabat Publik Tak Harus Orang NU
Minggu, 16 Juli 2023 - 12:09 WIB
loading...
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf berharap pejabat tak melulu dari NU. FOTO/DOK.MPI
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ) KH Yahya Cholil Staquf berharap pejabat tak melulu dari NU. Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana sosok pejabat tersebut dapat berlaku adil dan amanah kepada seluruh rakyat.
Hal itu disampaikan Gus Yahya, sapaan akrab KH Yahya Cholil Staquf, saat mengisi ceramah wawasan kebangsaan usai Istighotsah Hari Jadi ke-455 Kabupaten Madiun di Pendopo Ronggo Jumeno Caruban, Bangunsari, Mejayan, Madiun, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
"Jadi nanti-nanti itu kita ndak usah ngoyo-ngoyo (memaksakan), pokoknya mencari pejabat yang harus NU, itu ndak usah. Yang penting adil. Kalau ada orang NU yang mampu, ya masyarakat, rakyat, akan melihat dan akan memperhatikan betul," kata Gus Yahya dikutip dari laman resmi NU, Minggu (16/7/2023).
Ia menekankan kader NU untuk menempa kemampuan, menempa kapasitas diri, menjaga kredibilitas, supaya dilihat secara positif oleh masyarakat atau rakyat. Jika rakyat harus memilih yang dilihat juga adalah orang-orang yang mampu dari kalangan kader-kader NU.
"Kalau ternyata tidak terpilih karena elektabilitas rendah, ya jangan nyalahkan NU, gitu ya. Jadi, dirinya sendiri kemampuannya seperti apa. Itu yang penting," katanya.
Apabila kader NU telah menjadi pemimpin, kata Gus Yahya, harus menempati kedudukan sebagaimana semestinya. Ketika menjadi bupati, mesti menjadi bupati seluruh penduduk di wilayahnya, bukan cuma bupati orang NU.
Hal itu disampaikan Gus Yahya, sapaan akrab KH Yahya Cholil Staquf, saat mengisi ceramah wawasan kebangsaan usai Istighotsah Hari Jadi ke-455 Kabupaten Madiun di Pendopo Ronggo Jumeno Caruban, Bangunsari, Mejayan, Madiun, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
"Jadi nanti-nanti itu kita ndak usah ngoyo-ngoyo (memaksakan), pokoknya mencari pejabat yang harus NU, itu ndak usah. Yang penting adil. Kalau ada orang NU yang mampu, ya masyarakat, rakyat, akan melihat dan akan memperhatikan betul," kata Gus Yahya dikutip dari laman resmi NU, Minggu (16/7/2023).
Ia menekankan kader NU untuk menempa kemampuan, menempa kapasitas diri, menjaga kredibilitas, supaya dilihat secara positif oleh masyarakat atau rakyat. Jika rakyat harus memilih yang dilihat juga adalah orang-orang yang mampu dari kalangan kader-kader NU.
"Kalau ternyata tidak terpilih karena elektabilitas rendah, ya jangan nyalahkan NU, gitu ya. Jadi, dirinya sendiri kemampuannya seperti apa. Itu yang penting," katanya.
Apabila kader NU telah menjadi pemimpin, kata Gus Yahya, harus menempati kedudukan sebagaimana semestinya. Ketika menjadi bupati, mesti menjadi bupati seluruh penduduk di wilayahnya, bukan cuma bupati orang NU.
Lihat Juga :