Rayakan Ulang Tahun di Monas, Anas Urbaningrum: Tugu yang Kokoh, Menggambarkan Kenangan
Sabtu, 15 Juli 2023 - 12:55 WIB
loading...
Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Anas Urbaningrum. Foto/MPI/Bachtiar Rojab
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Anas Urbaningrum menggelar pidato sekaligus merayakan hari ulang tahunnya ke-54 tahun di Silang Monas, Jakarta Pusat. Monas di mata Anas merupakan tugu yang kokoh dan menyimpan kenangan.
Anas mengatakan, perayaan hari ulang tahunnya di Monas kali ini sangat berkesan. "Nah ketika ditawari, ultah di tempat terbuka, di belakangnya berdiri megah tugu yang kokoh dan itu menggambarkan kenangan. Tugu ini sesungguhnya adalah untuk mengenang revolusi kemerdekaan," kata Anas di lokasi, Sabtu (15/7/2023).
Di hari ulang tahunnya, Anas berjanji akan terus memperjuangkan revolusi kemerdekaan bersama partai yang kini dinaunginya.
Baca: Ini Alasan Anas Urbaningrum Kembali Terjun ke Politik
"Apa yang diperjuangkan oleh revolusi kemerdekaan? Yang diperjuangkan adalah freedom, kemerdekaan. Di dalam kemerdekaan itu, salah satu nilai utamanya adalah justice, keadilan," tuturnya.
"Karena bangsa-bangsa yang tidak merdeka, yang terbelenggu oleh kekuatan kolonial, kekuatan yang menguasai, kekuatan yang menindas, pasti di situ tunakeadilan," sambungnya.
Anas mengatakan, perayaan hari ulang tahunnya di Monas kali ini sangat berkesan. "Nah ketika ditawari, ultah di tempat terbuka, di belakangnya berdiri megah tugu yang kokoh dan itu menggambarkan kenangan. Tugu ini sesungguhnya adalah untuk mengenang revolusi kemerdekaan," kata Anas di lokasi, Sabtu (15/7/2023).
Di hari ulang tahunnya, Anas berjanji akan terus memperjuangkan revolusi kemerdekaan bersama partai yang kini dinaunginya.
Baca: Ini Alasan Anas Urbaningrum Kembali Terjun ke Politik
"Apa yang diperjuangkan oleh revolusi kemerdekaan? Yang diperjuangkan adalah freedom, kemerdekaan. Di dalam kemerdekaan itu, salah satu nilai utamanya adalah justice, keadilan," tuturnya.
"Karena bangsa-bangsa yang tidak merdeka, yang terbelenggu oleh kekuatan kolonial, kekuatan yang menguasai, kekuatan yang menindas, pasti di situ tunakeadilan," sambungnya.
Lihat Juga :