5 Kepala Badan Intelijen Negara Pertama di Indonesia, Nomor 1 Dijuluki Bapak Intelijen
Rabu, 05 Juli 2023 - 06:01 WIB
loading...
A
A
A
Baca: 2 Jenderal Polisi Komandoi BIN, Dua-duanya Mantan Ajudan Presiden
Zulkifli Lubis lahir di Aceh pada 26 Desember 1923. Berdasarkan kiprahnya sebagai perintis badan intelijen pertama di Indonesia, dia memiliki julukan ‘Bapak Intelijen Indonesia’.
Sempat mempelajari dunia intelijen dari Rokugawa, Zulkifli pernah bertugas di Badan Keamanan Rakyat (BKR) pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia. Barulah pada September 1945, dia membentuk organisasi intelijen pertama di Indonesia dengan nama Badan Istimewa (BI).
Pada awal Mei 1946, sempat dilakukan pelatihan khusus intelijen di daerah Ambarawa. Saat itu, sekitar 30 pemuda yang lulus kemudian menjadi anggota Badan Rahasia Negara Indonesia (BRANI), sebuah lembaga yang menjadi "payung" gerakan intelijen dengan beberapa unit ad hoc, bahkan operasi luar negeri.
Menyikapi hal ini, pada 5 Desember 1958 Presiden Soekarno membentuk Badan Koordinasi Intelijen (BKI). Lembaga ini dipimpin Kolonel Laut Pirngadi sebagai Kepala.
Deretan Kepala Badan Intelijen Negara Terawal Sepanjang Sejarah
1. Kolonel Inf (Purn) Zulkifli Lubis
Sosok Zulkifli Lubis tak bisa dilepaskan dari sejarah intelijen Indonesia. Namanya mungkin tidak setenar tokoh BIN lainnya, namun jasanya sangat besar dan menjadi peletak pondasi awal lembaga intelijen di Tanah Air.Zulkifli Lubis lahir di Aceh pada 26 Desember 1923. Berdasarkan kiprahnya sebagai perintis badan intelijen pertama di Indonesia, dia memiliki julukan ‘Bapak Intelijen Indonesia’.
Sempat mempelajari dunia intelijen dari Rokugawa, Zulkifli pernah bertugas di Badan Keamanan Rakyat (BKR) pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia. Barulah pada September 1945, dia membentuk organisasi intelijen pertama di Indonesia dengan nama Badan Istimewa (BI).
Pada awal Mei 1946, sempat dilakukan pelatihan khusus intelijen di daerah Ambarawa. Saat itu, sekitar 30 pemuda yang lulus kemudian menjadi anggota Badan Rahasia Negara Indonesia (BRANI), sebuah lembaga yang menjadi "payung" gerakan intelijen dengan beberapa unit ad hoc, bahkan operasi luar negeri.
2. Kolonel Laut (Purn) Pirngadi
Pada perkembangan lembaga intelijen Indonesia, terjadi beberapa kali perubahan. Sekitar kurun 1952-1958, seluruh angkatan dan kepolisian di Tanah Air memiliki badan Intelijen sendiri-sendiri tanpa koordinasi nasional.Menyikapi hal ini, pada 5 Desember 1958 Presiden Soekarno membentuk Badan Koordinasi Intelijen (BKI). Lembaga ini dipimpin Kolonel Laut Pirngadi sebagai Kepala.
Lihat Juga :