Masyarakat Diimbau Tak Tergiur Narasi People Power
Sabtu, 24 Juni 2023 - 16:42 WIB
loading...
Ketua Ikatan Kekeluargaan Antar Suku Bangsa (IKASBA) Kalimantan Selatan, Aliansyah Mahadi. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Masyarakat diharapkan tidak terbawa arus narasi people power yang terus digaungkan oleh pihak tertentu menjelang Pemilu 2024. Sebab, narasi yang berkembang kerap ditunggangi politik identitas yang menguntungkan kelompok tertentu.
Ketua Ikatan Kekeluargaan Antar Suku Bangsa (IKASBA) Kalimantan Selatan, Aliansyah Mahadi menilai narasi people power perlu diantisipasi. "Jangan sampai kita (masyarakat) mengikuti hal-hal yang tidak ada dasar hukumnya, termasuk juga terhadap ajakan atau imbauan people power ini. Karena itu merupakan sebuah hal di luar jalur yang ada," kata Aliansyah dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/6/2023).
Ia mengatakan, hingga saat ini pemerintahan yang ada sah dan sudah berjalan dengan baik. Karena itu, ia mewanti-wanti agar generasi muda jeli dan tidak mudah terprovokasi atas ajakan ilegal people power.
"Mereka (pemuda) ini harus benar-benar jeli dan bisa memfilter dalam melihat masalah ini. Jangan sampai mereka terbawa juga atau terpengaruh terhadap provokasi itu, seperti hanya ikut ikutan," kata pria yang akrab disapa Didit ini.
Narasi people power, kata Didit, kembali mencuat karena ditunggangi kepentingan politik kelompok tertentu. Didit mengimbau agar masyarakat nantinya bijaksana dan tidak terpecah-belah akibat perbedaan pilihan politik.
Ketua Ikatan Kekeluargaan Antar Suku Bangsa (IKASBA) Kalimantan Selatan, Aliansyah Mahadi menilai narasi people power perlu diantisipasi. "Jangan sampai kita (masyarakat) mengikuti hal-hal yang tidak ada dasar hukumnya, termasuk juga terhadap ajakan atau imbauan people power ini. Karena itu merupakan sebuah hal di luar jalur yang ada," kata Aliansyah dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/6/2023).
Ia mengatakan, hingga saat ini pemerintahan yang ada sah dan sudah berjalan dengan baik. Karena itu, ia mewanti-wanti agar generasi muda jeli dan tidak mudah terprovokasi atas ajakan ilegal people power.
"Mereka (pemuda) ini harus benar-benar jeli dan bisa memfilter dalam melihat masalah ini. Jangan sampai mereka terbawa juga atau terpengaruh terhadap provokasi itu, seperti hanya ikut ikutan," kata pria yang akrab disapa Didit ini.
Narasi people power, kata Didit, kembali mencuat karena ditunggangi kepentingan politik kelompok tertentu. Didit mengimbau agar masyarakat nantinya bijaksana dan tidak terpecah-belah akibat perbedaan pilihan politik.
Lihat Juga :