Pangdam Brawijaya Serahkan Buku ke Panglima TNI, Isinya Mengungkap Hal Ini
Rabu, 14 Juni 2023 - 17:18 WIB
loading...
A
A
A
"Saya sampaikan ke Panglima TNI langsung sewaktu saya menyerahkan buku ini, bahwa budaya itu melambangkan kekuatan dan kelemahan sebuah bangsa dan itu saya tuangkan dalam buku Tadulako," ucap Pangdam.
Saat kuliah di Inggris, Pangdam pernah mempelajari yang namanya strategic culture. Strategic culture itu menggambarkan bagaimana budaya itu dipakai oleh suatu bangsa untuk berperang dan bagaimana pula mereka mempelajari kelemahan dan kelebihan sebuah bangsa dari budayanya itu dicari kelemahan dan kekuatannya.
"Strategic culture itu sudah dilakukan oleh Jack Snyder pada tahun 1950 dan diterapkan pada saat perang dunia ke II dan perang dingin. Makanya saya sangat stuju menanamkan kepada anggota TNI di setiap daerah agar mencintai budaya setempat. Karena budaya setempat itulah ciri identitas dan kekuatan kita," jelasnya.
Saat itu juga Panglima Laksamana Yudo bertanya ke Pangdam Farid Makruf. "Wah di waktu sibuk seperti ini kamu masih sempat nulis?" tanya Panglima Yudo.
"Siap Pak Panglima. Saya masih sempat menulis buku. Karena di sela-sela kesibukan saya, saya selalu mencatat apa yang saya lakukan dalam perjalanan dinas saya," jawab Pangdam Farid ke Panglima TNI.
Panglima TNI pun menerima buku itu dengan senang hati sembari mengucapkan terima kasih. Sedangkan buku Poso, lanjut Farid menjelaskan dihadapan Panglima Yudo, buku Poso ini adalah bukti sinergitas yang tidak hanya pada live service.
Saat kuliah di Inggris, Pangdam pernah mempelajari yang namanya strategic culture. Strategic culture itu menggambarkan bagaimana budaya itu dipakai oleh suatu bangsa untuk berperang dan bagaimana pula mereka mempelajari kelemahan dan kelebihan sebuah bangsa dari budayanya itu dicari kelemahan dan kekuatannya.
"Strategic culture itu sudah dilakukan oleh Jack Snyder pada tahun 1950 dan diterapkan pada saat perang dunia ke II dan perang dingin. Makanya saya sangat stuju menanamkan kepada anggota TNI di setiap daerah agar mencintai budaya setempat. Karena budaya setempat itulah ciri identitas dan kekuatan kita," jelasnya.
Saat itu juga Panglima Laksamana Yudo bertanya ke Pangdam Farid Makruf. "Wah di waktu sibuk seperti ini kamu masih sempat nulis?" tanya Panglima Yudo.
"Siap Pak Panglima. Saya masih sempat menulis buku. Karena di sela-sela kesibukan saya, saya selalu mencatat apa yang saya lakukan dalam perjalanan dinas saya," jawab Pangdam Farid ke Panglima TNI.
Panglima TNI pun menerima buku itu dengan senang hati sembari mengucapkan terima kasih. Sedangkan buku Poso, lanjut Farid menjelaskan dihadapan Panglima Yudo, buku Poso ini adalah bukti sinergitas yang tidak hanya pada live service.
Lihat Juga :