Penjelasan PDIP Dorong Pemerintah Perkuat Lemhannas
Kamis, 08 Juni 2023 - 21:12 WIB
loading...
Ketua DPP PDIP, Puan Maharani. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - PDIP mendorong Pemerintah agar memperkuat Lembaga Ketahanan Nasional ( Lemhannas ). Hal ini tertuang dalam salah satu poin rekomendasi eksternal yang disampaikan dalam Rakernas III PDIP.
Poin-poin rekomendasi eksternal ini disampaikan secara langsung oleh Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, dalam penutupan Rakernas yang digelar di sekolah partai, Lenteng Agung, Jakarta, Kamis (8/6/2023).
"Rakernas III PDI Perjuangan mendorong pemerintah untuk memperkuat lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) sebagai pusat penggemblengan calon pemimpin Bangsa atas cara pandang geopolitik Bung Karno," kata Puan.
Baca juga: Andi Widjajanto Bakal Perkuat Transformasi Lemhannas
Ketua DPR itu melanjutkan, Lemhannas juga harus dikembangkan sebagai pusat kajian kebijakan strategis nasional. Khususnya, kebijakan luar negeri dan pertahanan, serta hal-hal yang berkaitan dengan upaya membangun ketahanan Indonesia.
Dengan kajian strategis tersebut diharapkan ke depan seluruh inisiatif perdamaian telah melalui kajian mendalam sesuai prinsip-prinsip politik luar negeri, bebas, aktif.
"Agar tidak menimbulkan berbagai kontroversi yang bisa menurunkan harkat dan martabat Bangsa di dunia Internasional," ujarnya.
Poin-poin rekomendasi eksternal ini disampaikan secara langsung oleh Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, dalam penutupan Rakernas yang digelar di sekolah partai, Lenteng Agung, Jakarta, Kamis (8/6/2023).
"Rakernas III PDI Perjuangan mendorong pemerintah untuk memperkuat lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) sebagai pusat penggemblengan calon pemimpin Bangsa atas cara pandang geopolitik Bung Karno," kata Puan.
Baca juga: Andi Widjajanto Bakal Perkuat Transformasi Lemhannas
Ketua DPR itu melanjutkan, Lemhannas juga harus dikembangkan sebagai pusat kajian kebijakan strategis nasional. Khususnya, kebijakan luar negeri dan pertahanan, serta hal-hal yang berkaitan dengan upaya membangun ketahanan Indonesia.
Dengan kajian strategis tersebut diharapkan ke depan seluruh inisiatif perdamaian telah melalui kajian mendalam sesuai prinsip-prinsip politik luar negeri, bebas, aktif.
"Agar tidak menimbulkan berbagai kontroversi yang bisa menurunkan harkat dan martabat Bangsa di dunia Internasional," ujarnya.
(maf)
Lihat Juga :