Survei Y-Publica: 80,3 Persen Masyarakat Puas, Ingin Program Jokowi Berlanjut
Jum'at, 02 Juni 2023 - 04:08 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, terdapat figur bacapres yang kerap melontarkan kritik dan bahkan dilabeli sebagai antitesis Jokowi, seperti mantan gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Lalu ada pula ketua umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, yang notabene memang berasal dari kalangan oposisi.
"Bagi para capres yang berada pada kubu keberlanjutan, mereka dipaksa untuk adu gagasan yang melampaui standar tinggi Jokowi yang telah menjadi benchmark," tandas Rudi.
Publik berharap, akan adanya gagasan-gagasan bernas dari para capres hingga menuju kontestasi mendatang. Di luar retorika simbolik, Jokowi melontarkan beberapa isyarat terhadap capres yang didukungnya, seperti pemimpin yang berani demi rakyat.
"Dalam praktiknya, Jokowi berani mengambil kebijakan hilirisasi tambang meskipun mendapat gugatan dari negara-negara Eropa," jelasnya.
Kriteria lainnya adalah pemimpin yang memahami potensi dan peluang yang ada serta merumuskan strategi untuk memajukan negara. "Jokowi mengingatkan soal bonus demografi pada tahun 2030-an yang jika tidak dimanfaatkan bakal membuat kita gagal menjadi middle income," ungkapnya.
Selain itu tentu saja pemimpin populis atau memiliki kedekatan dengan rakyat "Sejak awal menjadi walikota Solo dan gubernur DKI Jakarta, Jokowi kerap melakukan blusukan, agar benar-benar dekat dan memahami hati rakyat, serta menjadi pelecut untuk terus bekerja demi rakyat," ujar Rudi.
Sementara itu kriteria yang paling sulit adalah harapan Jokowi untuk mendapatkan pemimpin yang memiliki komitmen kuat untuk memberantas korupsi dan merawat demokrasi.
"Barangkali di sinilah titik lemah yang disadari Jokowi selama menjabat dua periode sejak 2014 silam," ucapnya.
"Bagi para capres yang berada pada kubu keberlanjutan, mereka dipaksa untuk adu gagasan yang melampaui standar tinggi Jokowi yang telah menjadi benchmark," tandas Rudi.
Publik berharap, akan adanya gagasan-gagasan bernas dari para capres hingga menuju kontestasi mendatang. Di luar retorika simbolik, Jokowi melontarkan beberapa isyarat terhadap capres yang didukungnya, seperti pemimpin yang berani demi rakyat.
"Dalam praktiknya, Jokowi berani mengambil kebijakan hilirisasi tambang meskipun mendapat gugatan dari negara-negara Eropa," jelasnya.
Kriteria lainnya adalah pemimpin yang memahami potensi dan peluang yang ada serta merumuskan strategi untuk memajukan negara. "Jokowi mengingatkan soal bonus demografi pada tahun 2030-an yang jika tidak dimanfaatkan bakal membuat kita gagal menjadi middle income," ungkapnya.
Selain itu tentu saja pemimpin populis atau memiliki kedekatan dengan rakyat "Sejak awal menjadi walikota Solo dan gubernur DKI Jakarta, Jokowi kerap melakukan blusukan, agar benar-benar dekat dan memahami hati rakyat, serta menjadi pelecut untuk terus bekerja demi rakyat," ujar Rudi.
Sementara itu kriteria yang paling sulit adalah harapan Jokowi untuk mendapatkan pemimpin yang memiliki komitmen kuat untuk memberantas korupsi dan merawat demokrasi.
"Barangkali di sinilah titik lemah yang disadari Jokowi selama menjabat dua periode sejak 2014 silam," ucapnya.
Lihat Juga :