Kelangkaan Pupuk Bukan Hanya Persoalan Jateng tapi Nasional
Kamis, 25 Mei 2023 - 12:55 WIB
loading...
Pekerja sedang mengambil pupuk di Gudang Pupuk Klari, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/2/2023). FOTO/MPI/ALDHI CANDRA
A
A
A
JAKARTA - Dua bakal calon presiden (capres), Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, terlibat dialektika terkait pupuk petani. Anies mengungkapkan kelangkaan pupuk di wilayah Jawa Tengah, sementara Ganjar berjanji membereskan persoalan tersebut jika ada laporan.
Polemik ini muncul ketika dalam temu relawan di Istora Senaya pada Minggu, 21 Mei 2023, Anies menceritakan pengalamannya bertemu seorang petani di Jawa Tengah yang mengeluh harga pupuk semakin mahal dan sulit didapat. Dari situ Anies menyatakan mafia harus dibereskan dan jangan sampai merajalela di negeri ini.
Cerita Anies itu kemudian ditanggapi oleh Ganjar Pranowo saat menghadiri Tausiyah Kebangsaan Gerakan Semesta Mencegah Stanting di Gedung Serba Guna Dewi Sri, Purwodadi, Grobogan, Selasa, 23 Mei 2023. Ganjar meminta masyarakat yang mengeluhkan kelangkaan pupuk subsidi melapor melalui aplikasi Laporgub, sehingga bisa segera dibereskan.
Baca juga: Anies Soroti Maraknya Mafia di Indonesia: Harus Kita Bereskan
Analis kebijakan politik pangan, Syaiful Bahari berpendapat, apa yang disampaikan Ganjar terlalu menyederhanakan persoalan terkait berkurangnya pupuk subsidi dan kelangkaan pupuk nonsubsidi di pasar. Menurutnya, persoalan itu terjadi karena anggaran subsidi pupuk dari tahun ke tahun semakin berkurang. Pada 2019 anggaran subsidi pupuk Rp34,3 triliun, pada 2020 berkurang menjadi Rp31 triliun. Kemudian pada 2021 turun menjadi Rp29,1 triliun, 2022 Rp25,3 triliun, dan 2023 berkurang lagi menjadi Rp24 triliun.
Polemik ini muncul ketika dalam temu relawan di Istora Senaya pada Minggu, 21 Mei 2023, Anies menceritakan pengalamannya bertemu seorang petani di Jawa Tengah yang mengeluh harga pupuk semakin mahal dan sulit didapat. Dari situ Anies menyatakan mafia harus dibereskan dan jangan sampai merajalela di negeri ini.
Cerita Anies itu kemudian ditanggapi oleh Ganjar Pranowo saat menghadiri Tausiyah Kebangsaan Gerakan Semesta Mencegah Stanting di Gedung Serba Guna Dewi Sri, Purwodadi, Grobogan, Selasa, 23 Mei 2023. Ganjar meminta masyarakat yang mengeluhkan kelangkaan pupuk subsidi melapor melalui aplikasi Laporgub, sehingga bisa segera dibereskan.
Baca juga: Anies Soroti Maraknya Mafia di Indonesia: Harus Kita Bereskan
Analis kebijakan politik pangan, Syaiful Bahari berpendapat, apa yang disampaikan Ganjar terlalu menyederhanakan persoalan terkait berkurangnya pupuk subsidi dan kelangkaan pupuk nonsubsidi di pasar. Menurutnya, persoalan itu terjadi karena anggaran subsidi pupuk dari tahun ke tahun semakin berkurang. Pada 2019 anggaran subsidi pupuk Rp34,3 triliun, pada 2020 berkurang menjadi Rp31 triliun. Kemudian pada 2021 turun menjadi Rp29,1 triliun, 2022 Rp25,3 triliun, dan 2023 berkurang lagi menjadi Rp24 triliun.
Lihat Juga :