Generasi Muda Berhijrah Perlu Diarahkan Perkuat Cinta Tanah Air

Minggu, 21 Mei 2023 - 19:04 WIB
loading...
Generasi Muda Berhijrah...
Guru Besar Ilmu Tafsir Al-Quran dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Jajang A Rohmana. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Fenomena hijrah milenial yang marak dalam beberapa waktu belakang ini tidak hanya patut didukung, tetapi juga harus didampingi. Hijrah milenial harus menjadi gerakan anak muda yang ingin memperbaiki dirinya secara keagamaan, sosial dan kebangsaan.

Guru Besar Ilmu Tafsir Al-Quran dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Jajang A Rohmana menilai hijrah generasi muda diharapkan bisa diarahkan untuk memperkokoh nilai-nilai kebangsaan, mempererat rasa persatuan dan kesatuan.

"Penting disadari bahwa hijrah yang banyak melanda generasi muda itu perlu diarahkan kepada hal-hal yang lebih positif, hal-hal yang lebih kontributif bagi eksistensi nilai-nilai kebangsaan di Indonesia saat ini, bukan dengan makna-makna yang bersifat politis dan inkonstitusional," kata Jajang A Rohmana dalam keterangan tertulis, Minggu (21/5/2023).



Setidaknya ada dua hal yang perlu dibedakan guna mengajak generasi muda berhijrah memperkuat kecintaan kepada negara. Pertama, dari sisi pemikiran, melalui upaya penanaman kesadaran kepada generasi muda bahwa nilai-nilai keislaman dan nilai-nilai kebangsaan itu sesuatu yang tidak kontradiktif.

"Islam kebangsaan adalah suatu yang selaras, yang saling mendukung satu sama lain. Kedua, tentu pewacanaan saja tidak cukup, tetapi juga harus dengan aksi bagi generasi muda," katanya.

Menurutnya, aksi bagi generasi muda beragam cara. Misalnya paling utama dengan media sisal dalam bentuk video. Kemudian flyer, update update status, info-info yang berkaitan dengan kesadaran akan nilai-nilai kebangsaan. Juga kesadaran akan upaya untuk membela nilai-nilai nasionalisme melalui aksi-aksi nyata di lapangan serta pelibatan anak muda.

Baca juga: Inara Rusli Beri Sinyal Ingin Kembali Pakai Cadar: Doain Ya

Letua Dewan Tafkir Pengurus Pusat Persatuan Islam (PP Persis) ini menilai, di era kontemporer saat ini peran ulama maupun dai sangat penting di dunia digital. Pasalnya dunia digital tidak lagi hanya terbatas pada media-media tradisional, misalnya pengajian atau ruang-ruang mimbar keagamaan.

"Peran yang nanti akan menyentuh langsung kepada generasi muda yang secara cepat dan efektif adalah ketika para dai juga terlibat dalam penggunaan media sosial, penggunaan gadget, media media digital," katanya.

Selain itu, tutur Jajang, para dai maupun pemuka agama berperan sebagai agen sosial, diyakini mampu mempengaruhi pemahaman masyarakat. Konten, isi, pesan yang disampaikan baik di darat maupun di dunia maya penting untuk diisi dengan pesan-pesan yang mengajarkan nilai-nilai kebangsaan, persatuan dan kesatuan.

"Budaya yang ada masyarakat kita sejak zaman nenek moyang itu dibentuk dalam situasi bagaimana menghormati terhadap perbedaan, dibentuk oleh beragam etnik, bahasa, budaya maupun agama yang datang silih berganti. Ini yang membuat nenek moyang kita memahami, menyadari pentingnya mempertahankan, pentingnya menghormati perbedaan-perbedaan itu," katanya.

Bukan tanpa dasar, Prof Jajang meyakini pemahaman moderat jauh lebih mudah diterima oleh masyarakat Indonesia yang majemuk. Konten dakwah yang mengajarkan toleransi, kedamaian dan tidak segregatif sangat relevan dengan karakter anak bangsa.

"Di Indonesia dengan kultur majemuknya sudah sangat mendarah daging, pemahaman penghormatan akan perbedaan-perbedaan, toleransi menjadi bagian penting. Ada yang menyatakan kita ini bukan orang Indonesia yang muslim, tapi muslim yang Indonesia. Ini yang jadi identitas kuat yang saya kira menjadi modal bagi warga negara," ujarnya.

Hal ini, menurutnya, tampak dalam hal penggunaan kopiah, penggunaan bahasa, penerjemahan kitab suci, bahasa-bahasa dalam dalam berdoa. Kemudian ada banyak hal lain yang membuat Islam itu menjadi lebih meng-Indonesia. Itu karena ada keselarasan antara nilai agama dan budaya bangsa Indonesia.

Untuk itu Rektor Universitas Persatuan Islam (Unipi) ini berharap sejatinya pendakwah memiliki peran dan tanggung jawab dalam menyampaikan pesan dakwah berisi kesejukan dan kedamaian, tidak provokatif.

"Bagaimanapun pesan yang disampaikan di era digital ini akan disorot dan mudah ditiru oleh masyarakat kita," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Ajak Seluruh...
Prabowo Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman demi Kemajuan Bangsa
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
Sekjen GMNI Serukan...
Sekjen GMNI Serukan Gotong Royong dan Persatuan Nasional
Kolaborasi Generasi...
Kolaborasi Generasi Muda Jadi Penggerak Perubahan Lingkungan
Shanty Alda Nathalia...
Shanty Alda Nathalia Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan Bangsa di Hari Lahir Pancasila
Prabowo: Waisak Momentum...
Prabowo: Waisak Momentum Perkuat Persaudaraan dan Persatuan Bangsa
Danamon Gelar DIVE-Chapter...
Danamon Gelar DIVE-Chapter Youth, Kenalkan Perbankan ke Generasi Muda
Banyuwangi Kota Pembuka...
Banyuwangi Kota Pembuka Satu Indonesia Awards 2026, Bupati: SDM Kunci Kemajuan Daerah
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Rekomendasi
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
GAPKI: Pengawasan Ekspor...
GAPKI: Pengawasan Ekspor Sawit Sudah Ketat, Kuncinya Penegakan Hukum
Honda BeAT 2026 Resmi...
Honda BeAT 2026 Resmi Berubah: Harga Mulai Rp19 Juta, Ini Daftar Lengkap Pembaruannya
Berita Terkini
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Bareskrim Didesak Pulihkan...
Bareskrim Didesak Pulihkan Hak Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Syariah Indonesia
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Kemendagri dan DPR Sinergi...
Kemendagri dan DPR Sinergi Pemberdayaan Ormas untuk Percepat Kesejahteraan Masyarakat NTB
Survei Puspoll Indonesia,...
Survei Puspoll Indonesia, Kepuasan Publik Atas Kinerja Presiden Prabowo Capai 64,8 Persen
Jokowi Minta Kader PSI...
Jokowi Minta Kader PSI Hidupkan Mesin Partai sampai Tingkat Desa
Infografis
Pesawat Airbus A400M...
Pesawat Airbus A400M Mendarat di Lanud Halim, Perkuat Armada Tempur TNI AU
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved