Anies Merasa Ada Upaya Penjegalan, Bambang Pacul Bicara soal Persepsi

Jum'at, 19 Mei 2023 - 18:10 WIB
loading...
Anies Merasa Ada Upaya...
Ketua Bappilu DPP PDIP Bambang Wuryanto menanggapi Anies Baswedan yang merasa dijegal untuk maju di Pilpres 2024. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bambang Wuryanto menanggapi pernyataan Anies Baswedan terkait Pilpres 2024. Anies merasa ada upaya menjegal dirinya maju menjadi calon presiden (capres).

Menurut Bambang Pacul, sapaan akrab Bambang Wuryanto, setiap orang mempunyai persepsi yang disesuaikan dengan keinginannya, baik itu terkait harapan maupun kekhawatiran.

"Setiap orang punya persepsi yang disesuaikan dengan keinginannya, itu hukum komunikasi. Hukum komunikasi seseorang ingin mendengarkan apa yang ingin didengarkan, seseorang akan mempersepsikan apa yang diinginkan. Kekhawatirannya, harapannya, selalu begitu," kata Bambang kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (19/5/2023).



Pacul mencontohkan hukum komunikasi kekhawatiran. Ada seseorang merasa ada pihak yang ingin menjegal dirinya saat melangkah, maka persepsi orang itu adalah kekhawatiran dalam dirinya.

"Misalnya, apa gitu, anggaplah itu ‘wah ini langkah untuk menjegal saya’. Itu kekhawatiran. Persepsinya gitu," ujarnya.

Bambang membantah dirinya mengomentari kekhawatiran Anies soal penjegalan. Dirinya hanya menjelaskan soal hukum komunikasi dasar bahwa seseorang cenderung ingin mendengarkan apa yang diinginkan, dan mengaitkan dengan apa yang menjadi kekhawatirannya.

"Psywar apanya? Yg mana? Kan gitu. Jadi itu kan, saya tidak komentarin apa-apa Pak Anies loh ya tetapi saya mengatakan hukum komunikasi yang paling dasar adalah seseorang ingin mendengarkan apa yang ingin didengarkan, seseorang selalu mengkait-kaitkan dengan apa yang dia khawatirkan. Itu hukumnya," kata Ketua Komisi III DPR ini.

Baca juga: Anies Minta Pendukung Tak Khawatir pada Hasil Survei Pilpres 2024

Sebelumnya, bakal capres 2024, Anies Baswedan meminta kepada para pendukungnya tidak khawatir pada hasil survei yang terus bermunculan menjelang Pilpres 2024. Sebab, berdasar pengalaman di Pilkada DKI Jakarta 2017, hasil survei tidak sama dengan kenyataan.

"Kami dulu ketika Pilkada di Jakarta, tidak ada satu pun survei yang pernah memenangkan kami. Nggak ada, Nggak ada," kata Anies saat menghadiri Milad ke-21 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang digelar oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta (Jati Jaya) di Yogyakarta, Kamis (18/5/2023).

Karena itu, kata Anies, ia sering mempertanyakan apakah survei sebetulnya aspirasi masyarakat atau penyelenggaranya. Menurutnya, jika ada pihak yang berupaya menjegal calon lain, maka patut dipertanyakan kualitas survei tersebut. Anies menduga jangan-jangan hasil survei sebetulnya tidak seperti yang diekspose karena jika memang sesuai kenyataan, maka tidak perlu ada upaya jegal-menjegal.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
PDIP: UU Polri Harus...
PDIP: UU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Kondisi Fiskal dan Moneter...
Kondisi Fiskal dan Moneter RI Disentil PDIP: Utang Harus Dibayar dengan Utang
Rekomendasi
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Berita Terkini
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved