Waspada! Gelombang Laut hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia dari 18-19 Mei
Kamis, 18 Mei 2023 - 09:34 WIB
loading...
BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 18-19 Mei 2023. Foto/ANTARA
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 18-19 Mei 2023.
BMKG mengatakan hal ini dipengaruhi oleh pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat daya-barat laut dengan kecepatan angin berkisar 4-20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dan timur-selatan dengan kecepatan 6-25 knot.
Baca juga: Bibit Siklon Tropis 96W Terdeteksi di Utara Papua, Waspada Gelombang Laut Tinggi
“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sunda bagian barat dan selatan dan perairan utara Biak-Jayapura,” ujar BMKG dalam keterangan resminya, Kamis (18/5/2023).
BMKG mengungkapkan kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka, perairan Riau, perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat Simeulue-Kepulauan Nias, perairan selatan Pulau Sumba, perairan Pulau Sawu-Kupang-Pulau Rotte, Laut Sawu, Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba, Samudera Hindia Selatan NTT, Selat Makassar bagian tengah dan selatan, Selat Lombok bagian utara, perairan timur Wakatobi, perairan Menui Kendari.
Kemudian di perairan Kepulauan Banggai-Kepulauan Sula, perairan Kepulauan Talaud, perairan Bitung, perairan Kepulauan Sitaro, Laut Maluku, perairan utara dan selatan Halmahera, perairan Pulau Buru-Pulau Seram-Pulau Ambon, Laut Seram, Laut Banda, perairan Sorong, perairan Fakfak-Kaimana, perairan Agats-Amamapare, perairan Kepulauan Sermata-Kepulauan Tanimbar, perairan Kepulauan Kai-Kepulauan Aru, Laut Arafuru, Teluk Cenderawasih, perairan utara Papua Barat-Papua, Samudera Pasifik Utara Halmahera-Papua Barat.
Sementara itu, untuk gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2,50-4,0 meter berpeluang terjadi di perairan barat Kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudera Hindia Barat Kepulauan Nias-Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten-Jawa Timur, perairan selatan Bali-Sumbawa, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, Samudera Hindia Selatan Banten-NTB, Samudera Pasifik Utara Papua.
Baca juga: Kehadiran El Nino Terdeteksi Satelit NASA, Gelombang Hangat Kelvin Lintasi Pasifik
“Untuk itu, harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” tutup BMKG.
BMKG mengatakan hal ini dipengaruhi oleh pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat daya-barat laut dengan kecepatan angin berkisar 4-20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dan timur-selatan dengan kecepatan 6-25 knot.
Baca juga: Bibit Siklon Tropis 96W Terdeteksi di Utara Papua, Waspada Gelombang Laut Tinggi
“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sunda bagian barat dan selatan dan perairan utara Biak-Jayapura,” ujar BMKG dalam keterangan resminya, Kamis (18/5/2023).
BMKG mengungkapkan kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka, perairan Riau, perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat Simeulue-Kepulauan Nias, perairan selatan Pulau Sumba, perairan Pulau Sawu-Kupang-Pulau Rotte, Laut Sawu, Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba, Samudera Hindia Selatan NTT, Selat Makassar bagian tengah dan selatan, Selat Lombok bagian utara, perairan timur Wakatobi, perairan Menui Kendari.
Kemudian di perairan Kepulauan Banggai-Kepulauan Sula, perairan Kepulauan Talaud, perairan Bitung, perairan Kepulauan Sitaro, Laut Maluku, perairan utara dan selatan Halmahera, perairan Pulau Buru-Pulau Seram-Pulau Ambon, Laut Seram, Laut Banda, perairan Sorong, perairan Fakfak-Kaimana, perairan Agats-Amamapare, perairan Kepulauan Sermata-Kepulauan Tanimbar, perairan Kepulauan Kai-Kepulauan Aru, Laut Arafuru, Teluk Cenderawasih, perairan utara Papua Barat-Papua, Samudera Pasifik Utara Halmahera-Papua Barat.
Sementara itu, untuk gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2,50-4,0 meter berpeluang terjadi di perairan barat Kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudera Hindia Barat Kepulauan Nias-Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten-Jawa Timur, perairan selatan Bali-Sumbawa, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, Samudera Hindia Selatan Banten-NTB, Samudera Pasifik Utara Papua.
Baca juga: Kehadiran El Nino Terdeteksi Satelit NASA, Gelombang Hangat Kelvin Lintasi Pasifik
“Untuk itu, harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” tutup BMKG.
(kri)
Lihat Juga :