Omongan Jokowi Soal Calon Pemimpin Ideal Dinilai Mengarah ke Ganjar

Selasa, 16 Mei 2023 - 19:46 WIB
loading...
Omongan Jokowi Soal...
Pengumuman Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai capres 2024 dilakukan di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/4/2023). Foto/Antara
A A A
JAKARTA - Pernyataan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) terkait figur ideal menjadi pemimpin Indonesia ke depan dinilai erat kaitannya dengan bakal capres Ganjar Pranowo . Publik selama ini diyakini memahami Gubernur Jawa Tengah itu sebagai pribadi yang dekat dengan masyarakat.

Pengamat Politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai kriteria pemimpin yang disebutkan Presiden Jokowi bisa dimaknai secara eksplisit, implisit, dan semiotika. Jokowi memang tidak eksplisit menyebut nama calon pemimpin yang dimaksudnya.

Karenanya, pernyataan Jokowi itu bisa dimaknai berlaku untuk siapa pun calon presiden (capres) yang ingin maju di Pilpres 2024. "Dalam perspektif semiotika, bisa saja pernyataan Jokowi mengarah pada sosok Ganjar Pranowo. Salah satu indikatornya misalnya, dari hasil beberapa lembaga survei menunjukkan Ganjar dipersepsikan merakyat," ujar Karyono kepada wartawan, Selasa (16/5/2023).

Baca juga: PPP Akui Sodorkan Imam Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar sebagai Cawapres Ganjar



Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Mei 2023 menjadi salah satu contohnya. Hasilnya, bakal capres 2024 dari PDIP Ganjar Pranowo unggul dari segi kejujuran dan perhatian kepada rakyat.

Bagi pemilih dua sifat itu penting harus dimiliki pemimpin yang bakal maju sebagai capres. "Hasil survei tersebut berkorelasi dengan kriteria yang disampaikan Presiden Joko Widodo," imbuhnya.

Diketahui, Presiden Jokowi pada saat pidato dalam acara puncak Musyawarah Rakyat (Musra) menyampaikan, Indonesia butuh sosok pemimpin yang kuat, berani, antikorupsi, bisa merawat demokrasi, memahami kebutuhan rakyat, dan mengerti bagaimana memaksimalkan potensi untuk kemajuan bangsa. Maka itu, Jokowi mengajak masyarakat memilih sosok yang tepat untuk memimpin negara ini.

Menurut Karyono, pernyataan Jokowi itu lebih menekankan pada prinsip dan kriteria seorang pemimpin yang harus peduli nasib rakyat, pemimpin yang tidak hanya duduk di belakang meja, tapi yang turun ke bawah untuk memahami permasalahan konkret yang rakyat hadapi.

Kemudian, pemimpin yang memahami berbagai tantangan bangsa, pemimpin yang berani membela rakyatnya, pemimpin yang mampu membawa kemajuan bangsa dan negara. "Jokowi mengimbau jangan menjadi pemimpin yang elitis, tetapi jadilah pemimpin yang menyatu dengan rakyat," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
Boni Hargens Apresiasi...
Boni Hargens Apresiasi Gagasan Resiprokalitas Kapolri
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Pembentukan DSI Dinilai...
Pembentukan DSI Dinilai Langkah Revolusioner Prabowo
PDIP Sudah Siap, Ganjar...
PDIP Sudah Siap, Ganjar Minta Percepat Pembahasan RUU Pemilu
Beri Dukungan, Ganjar...
Beri Dukungan, Ganjar Datang ke Sidang Pledoi Hasto | Sindo Prime
Ganjar, Rano Karno,...
Ganjar, Rano Karno, hingga Risma Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila di Lenteng Agung
Warga Karo Bangun Patung...
Warga Karo Bangun Patung Jokowi Senilai Rp2,5 Miliar, Simbol Terima Kasih
Rekomendasi
FIFA Beri Lampu Hijau,...
FIFA Beri Lampu Hijau, Michael Oliver Pimpin Laga Belanda vs Swedia
Tubuh yang Sehat dan...
Tubuh yang Sehat dan Percaya Diri lewat Pendekatan Medis Holistik
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Infografis
Respons Kemlu Soal Relokasi...
Respons Kemlu Soal Relokasi 2 Juta Warga Gaza ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved