Darah Mendidih karena Dihina, Jenderal Soemitro Nyaris Sobek Mulut Perempuan Gerwani

Kamis, 11 Mei 2023 - 06:05 WIB
loading...
A A A
“Jangan dikira saya tidak mendengar ucapanmu ya. Kalau sekali lagi kamu mengucapkan begitu, kamu tahu akibatnya. Saya jebloskan kamu ke bui,” hardik jenderal yang pernah mencecap pendidikan Fuhrung’s Akademider Bundeswehr atau setingkat Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI di Hamburg, Jerman Barat itu.

Sayangnya, hinaan terhadap Mitro belum berhenti. Pada 1 Mei saat Hari Buruh, berlangsung rapat raksasa di Balikpapan. Massa berkumpul. Ketika ketua Sobsi (organisasi buruh sayap PKI) berpidato, lagi-lagi telinga Mitro merah dibuatnya.

Ketua Sobsi yang bicara berapi-api itu mengulangi kalimat yang membuat Mitro murka. Disebutnya, “Jenderal kanan. Jenderal kanan enggak mengerti revolusi.”

Amarahnya kembali meledak. Usai acara Hari Buruh itu, Mitro mengumpulkan semua perwiranya. Hari itu juga mereka diperintahkan menangkap semua pengurus PKI dan underbow-nya mulai Gerwani, Sobsi, Perbum, hingga Pemuda Rakyat. Tak hanya pengurus di provinsi, tetapi hingga kabupaten. Wilayah pelabuhan dan bandara ditutup saat pembersihan orang-orang PKI itu.

Kepercayaan Soeharto


Pada 1953 Soemitro diangkat menjadi Kepala Staf Resimen XVII, TT V/Brawijaya. Tahun berikutnya dia naik pangkat menjadi mayor. Jabatan baru kembali dipercayakan padanya yakni sebagai Pejabat sementara Komandan Resimen 18.

Karier Mitro terus menanjak. Anak dari pasangan Sastrodiharjo-Meilaeni itu ditugasi sebagai Komandan Sektor Operasi Brawijaya pada 1956 dan dikirim ke Kabupaten Luwu serta Toraja, Sulawesi Selatan. Dua tahun setelahnya, Mitro dikirim ke Amerika Serikat untuk belajar Sekolah Lanjutan Perwira II (regular oficer’s advance course) di Fort Benning.

Pada November 1965, dia ditarik dari Balikpapan ke Jakarta. Kali ini ditunjuk sebagai Asisten II Menteri Panglima Angkatan Darat atau Menpangad (Sebelumnya disebut KSAD). Adapun Menpangad dijabat Soeharto. Dengan demikian, dia kini masuk lingkaran satu jenderal dari Kemusuk, Yogyakarta itu.

Baca juga: 6 Jenderal Adhi Makayasa Dimutasi, Eks Ajudan Jokowi Tinggalkan Danrem SK Bogor

Masih sebagai Asisten II, pada Juni 1966 dia diminta rangkap jabatan sebagai Pangdam Brawijaya. Seiring waktu, kariernya terus meroket. Mantan Wakil Komandan Sub-Wehkreise di Malang saat zaman penjajahan Belanda itu juga kian lengket dengan Pak Harto.

Mitro mendapat tiga bintang emas di pundak (Letnan Jenderal) kala ditunjuk sebagai Kashankam. Soeharto langsung yang memintanya. Meski Mitro telah mengusulkan beberapa nama, namun penguasa Cendana itu tetap bersikukuh menunjuknya.

Setelah itu dia dipercaya sebagai Wakil Kepala Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib). Untuk diketahui, Kopkamtib dibentuk Soeharto pada 10 Oktober 1965. Mula-mula lembaga ini dibentuk untuk memulihkan situasi keamanan setelah kudeta yang gagal oleh PKI.

Karier militer Mitro mencapai puncak dengan menjadi jenderal penuh (bintang empat) pada 1970 saat dipercaya sebagai Pangkopkamtib. Itu artinya dia menggantikan ‘bos’-nya langsung selama ini, yaitu Soeharto.

Peristiwa Malari


Selama beberapa tahun, Soemitro dapat disebut tangan kanan penguasa Orde Baru itu. Namun peristiwa Malapetaka 15 Januari 1974 (Malari) mengakhiri kariernya. Malari istilah untuk menggambarkan demonstrasi besar-besaran mahasiswa yang berujung kerusuhan.

Aksi unjuk rasa meletus jelang kedatangan Perdana Menteri Jepang Kakuei Tanaka ke Jakarta pada 14-17 Januari 1974. Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus turun ke jalan memprotes kebijakan Soeharto yang dianggap sangat berpihak pada investasi asing.

Kerusuhan itu sungguh mengerikan. Setidaknya 11 orang tewas dan 137 orang terluka dalam aksi demo ini. Ratusan toko hancur dan lebih dari 600 mobil hangus dibakar. Mahasiswa berhadapan dengan tentara yang mengamankan Ibu Kota. Mahasiswa menepis mereka yang berbuat kerusuhan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Jabat Wakil Kepala BGN,...
Jabat Wakil Kepala BGN, Mayjen Trenggono Ajukan Pensiun Dini dari TNI
Profil Mayjen TNI Trenggono,...
Profil Mayjen TNI Trenggono, Jenderal Jebolan Akmil 1993 yang Kini Jabat Wakil Kepala BGN
Kisah Haru Warga Sragen,...
Kisah Haru Warga Sragen, Dulu BAB Numpang di Rumah Tetangga Kini Punya Jamban TMMD
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Viral Mobil Dinas Bertanda...
Viral Mobil Dinas Bertanda Bintang 2 Diduga Lawan Arah, Ini Penjelasan TNI AD
Rekomendasi
Piala Dunia 2026: Akrobat...
Piala Dunia 2026: Akrobat 4 Gol Warnai Hasil Imbang Inggris vs Kroasia di Babak Pertama
Biaya Pernikahan Jennifer...
Biaya Pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner Tembus Rp6 Miliar
Akses Masuk Kawasan...
Akses Masuk Kawasan GBK Dibatasi Jelang Eksekusi Hotel Sultan
Berita Terkini
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya...
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Hari Ini
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Mutasi TNI: Marsdya...
Mutasi TNI: Marsdya M. Khairil Lubis Jabat Dansesko TNI, Marsda Muzafar Jadi Pangkogabwilhan II
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved