Perindo Kecam Penembakan Kantor MUI: Kekerasan Bertendensi Agama Harus Segera Diatasi

Jum'at, 05 Mei 2023 - 11:12 WIB
loading...
Perindo Kecam Penembakan...
Ketua Bidang Keagamaan DPP Partai Perindo Abdul Khaliq Ahmad mengecam aksi penembakan di Kantor Pusat MUI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (2/5/2023). FOTO/MPI/NUR KHABIBI
A A A
JAKARTA - Ketua Bidang Keagamaan DPP Partai Persatuan Indonesia ( Perindo ) Abdul Khaliq Ahmad mengecam aksi penembakan di Kantor Pusat Majelis Ulama Indonesia ( MUI ), Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (2/5/2023). Penembakan ini menyebabkan dua pegawai MUI terluka.

Menurut Abdul Khaliq aksi kekerasan yang bertendensi agama kerap kali terjadi, sehingga perlu ada pencegahan.

"Ini harus dicegah, karena fenomena aksi kekerasan bertendensi agama itu akan pasti terus berlanjut kalau tidak segera diatasi," kata Khaliq saat ditemui di Kantor DPP Partai Perindo, Jalan Diponegoro Nomor 29, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/5/2023).



Yang bisa dilakukan sebagai upaya mencegah kekerasan adalah pihak-pihak yang terkait keagamaan untuk menggelar pertemuan reguler guna mengevaluasi stabilitas keagamaan dan sosial. Menurut Abdul Khaliq, selama ini pertemuan antarpihak terkait yang dimaksud sebatas reaktif setelah terjadi aksi kekerasan bertendensi agama.

"Saya kira pertemuan reguler ini harus dilakukan ada atau tidak ada kasus tetap ini bisa dilakukan," ujarnya.

Kemudian, instansi terkait juga perlu menggencarkan fungsi edukasi kepada masyarakat. Edukasi bisa lebih dalam menyasar bagaimana terciptanya perdamaian dan persatuan bangsa yang menjadi kunci dalam bernegara.

"Dengan persatuan dan perdamaian itu maka kita bisa mewujudkan Indonesia sejahtera, jadi ini yang paling penting," katanya.

Baca juga: Minta Pengamanan Kantor MUI Diperketat, Wapres: Jangan Semua Orang Bisa Masuk

Selain instansi pemerintah, pencegahan juga dapat dimulai dari masyarakat dengan pendalaman ilmu agama masing-masing. Dengan tingginya literasi agama, maka masyarakat mampu menepis provokasi yang berasal dari sumber tidak kredibel.

"Ada semacam pengakuan dari si pelaku bahwa pelaku juga adalah seorang nabi, maka saya kira ini satu pengakuan yang sesungguhnya juga sering terjadi," ucapnya.

"Tidak akan mungkin masyarakat Indonesia termakan dengan provokasi ini karena saya melihat bahwa tingkat pemahaman keagamaan masyarakat kita sudah cukup baik," katanya.

Untuk diketahui, dalam kasus tersebut juga ditemukan rekening pelaku yang saldonya mencapai ratusan juta. Khaliq menyebutkan, perlu ada pendalaman terkait modus dari transaksi pelaku apakah terafiliasi dengan gerakan terorisme atau tidak.

"Nilainya besar dan oleh karena itu perlu didalami kembali motif dari dana-dana yang ada ini, apakah untuk kegiatan-kegiatan yang mengarah ke negatif yang mengganggu stabilitas keamanan dan politik kita atau adakah motif-motif lain," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Ketua DPW Partai Perindo...
Ketua DPW Partai Perindo Sulsel Abdul Hayat Gani, dari Birokrasi ke Politik yang Melayani
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
Perindo Sultra Bagi-bagi...
Perindo Sultra Bagi-bagi 500 Kupon BBM Pertamax Gratis untuk Ojol dan Warga Kendari
Rekomendasi
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
Penalti Mbappe Ditolak,...
Penalti Mbappe Ditolak, Wasit Piala Dunia 2026 Dicap Arogan
Timnas Korea Selatan...
Timnas Korea Selatan Boikot Delegasi Pers Negaranya di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Infografis
Vaksin Merah Putih Harus...
Vaksin Merah Putih Harus Segera Proses Registrasi Global WHO
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved