Hari MKG ke-73, Ini Harapan Kepala BMKG di Tengah Pandemi Corona
Selasa, 21 Juli 2020 - 22:03 WIB
loading...
A
A
A
"Di Kupang ada suatu daerah yang lebih dari 70 hari tidak hujan. Berarti sudah benar-benar mengalami kekeringan. Sebaliknya ada wilayah-wilayah di sekitar khatulistiwa yang mengalami banjir bandang. Untuk daerah yang sedang mengalami bencana mohon tetap terus intensifkan Virtual Crisis Center. Komunikasi pengolahan data, penyebarluasan data dan informasi dan konsultasi dengan pusat dan Balai dilakukan secara virtual," ungkapnya.
Lebih lanjut kata dia, melalui peringatan Hari MKG tahun ini, berharap dapat lebih menggelorakan semangat positif dalam upaya menjejakkan langkah awal penguatan BMKG 2020-2024. Perjuangan dalam penguatan BMKG sedang dirumuskan bersama dalam rangkaian rangkaian kebijakan untuk mempercepat tercapainya BMKG socio entrepreneur dan global.
"Salah satu cara dalam percepatan yang sedang akan kita kerjakan saat ini adalah dengan melakukan transformasi organisasi BMKG yang cerdas dan manajemen kualitas. Kedua poin tersebut saya kira yang akan menjadi motor penggerak utama dalam menjamin profesionalitas SDM BMKG dan akan menjadi rujukan internasional pada tahun 2024," jelasnya.
Untuk menjadi organisasi BMKG yang cerdas, menurut Dwikorita, BMKG harus melakukan perampingan organisasi sesuai dengan arahan Kemenpan-RB. Dengan perampingan organisasi, jumlah anggaran yang cukup besar dapat dialokasikan untuk pengembangan kapasitas SDM BMKG untuk meningkatkan daya saing di level internasional.
"Dalam kesempatan ini kita harus terus mengembangkan kapasitas sumber daya manusia melalui tugas belajar, diklat, dan proses ini harus terus berjalan secara kontinyu untuk meningkatkan kapasitas SDM," paparnya.
Lebih lanjut kata dia, melalui peringatan Hari MKG tahun ini, berharap dapat lebih menggelorakan semangat positif dalam upaya menjejakkan langkah awal penguatan BMKG 2020-2024. Perjuangan dalam penguatan BMKG sedang dirumuskan bersama dalam rangkaian rangkaian kebijakan untuk mempercepat tercapainya BMKG socio entrepreneur dan global.
"Salah satu cara dalam percepatan yang sedang akan kita kerjakan saat ini adalah dengan melakukan transformasi organisasi BMKG yang cerdas dan manajemen kualitas. Kedua poin tersebut saya kira yang akan menjadi motor penggerak utama dalam menjamin profesionalitas SDM BMKG dan akan menjadi rujukan internasional pada tahun 2024," jelasnya.
Untuk menjadi organisasi BMKG yang cerdas, menurut Dwikorita, BMKG harus melakukan perampingan organisasi sesuai dengan arahan Kemenpan-RB. Dengan perampingan organisasi, jumlah anggaran yang cukup besar dapat dialokasikan untuk pengembangan kapasitas SDM BMKG untuk meningkatkan daya saing di level internasional.
"Dalam kesempatan ini kita harus terus mengembangkan kapasitas sumber daya manusia melalui tugas belajar, diklat, dan proses ini harus terus berjalan secara kontinyu untuk meningkatkan kapasitas SDM," paparnya.
Lihat Juga :