Daftar Kader PKS yang Sukses Duduki Jabatan Gubernur, Nomor 2 Anak Tukang Becak
Selasa, 02 Mei 2023 - 04:22 WIB
loading...
A
A
A
17. Penghargaan TOP Pembina BUMD 2020 sebagai Pimpinan Top Business, diberikan di Jakarta, Kamis 27 Agustus 2020 yang disaksikan oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Penghargaan Perpusnas RI 2020 sebagai Gubernur yang telah memberikan dedikasi dalam membina dan mengembangkan perpustakaan dan kegemaran membaca di NTB. Penghargaan diberikan oleh Kepala Perpustakaan Syarif Bando di Jakarta, Sabtu, 5 Desember 2020.
18. Penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) atas keberhasilan Provinsi NTB menetapkan Peraturan Daerah tentang Pencegahan Perkawinan Anak, dan Pemberdayaan serta Perlindungan Perempuan NTB. Diberikan oleh Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmayanti di Gedung Graha Bahkti Praja, Kantor Gubernur NTB, Jum’at, 16 April 2021.
19. Penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas hasil pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2020 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB di Mataram, Selasa 18 Mei 2021.
20. Penghargaan Daerah Peduli Perlindungan Konsumen tahun 2020. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Perdagangan kepada Gubernur NTB pada puncak acara peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) tahun 2021, Rabu, 7 Juli 2021 di Jakarta.
21. Penghargaan BKN Award 2021 untuk dua kategori, yaitu peringkat ke-3 untuk kategori capaian dalam penilaian kompetensi dan peringkat ke-3 kategori capaian implementasi Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK) dan pemanfaatan Computer Assisted Test (CAT) Provinsi tipe B se-Indonesia. Diberikan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepegawaian yang digelar secara hybrid di The Westin Resort Nusa Dua-Bali, Kamis, 1 juli 2021.
22. Penghargaan Figur Pembawa Perubahan-The Figure Excellence Award 2021 oleh Seven Media Asia Award 2021. Kategori “Best Inspiring Tourism Initiative”. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Vice Presiden of Market Management Accomodation Traveloka, John Safenson, Jumat, 25 Juli 2021, bertempat di Harris Hotel Sunset Road, Bali.
Pada periode itu, pria yang memiliki gelar Datuak Marajo ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sumbar. Setelah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Padang periode 2009-2014, Mahyeldi menjabat Wali Kota Padang periode 2014-2019.
Mahyeldi adalah anak pertama dari tujuh bersaudara pasangan Mardanis bin Musa St. Tanameh dan Nurmi. Dia bukanlah dari keluarga yang berkecukupan. Ayahnya, Mardanis merupakan seorang tukang becak dan buruh angkat di Pasar Atas, Bukittinggi.
![Daftar Kader PKS yang Sukses Duduki Jabatan Gubernur, Nomor 2 Anak Tukang Becak]()
Foto/Dok SINDO
Baca juga: Bangun Sumbar, Gubernur Mahyeldi Siap Gandeng Perantau Minang
Mahyeldi sudah bekerja membantu ayahnya untuk mendapatkan uang sejak duduk di bangku Kelas III Sekolah Dasar (SD). Dia bersekolah usai membantu ayahnya.
Rutinitas itu tidak mempengaruhi prestasinya di sekolah. Sebab, Mahyeldi tetap meraih juara di kelas meski harus bekerja. Saat Kelas V SD, dia dan keluarga pindah ke Kota Dumai.
Hingga masuk Sekolah Menengan Pertama (SMP), dia tetap bekerja untuk menopang perekonomian keluarganya. Dia berjualan ikan yang diperoleh dari Ajo, nelayan asal Pariaman. Dia mendapat potongan harga ikan sebagai imbalannya.
Setelah ikan laku terjual, Mahyeldi jualan koran. Dia direkrut menjadi loper koran oleh pemuda asal Aceh yang memiliki kios buku dan koran terkemuka di Dumai.
Profesi loper koran tersebut membuatnya banyak mengetahui informasi yang terjadi saat itu. Bahkan, Mahyeldi sering ditanya gurunya mengenai berita teraktual.
Selain itu, dia dapat membaca banyak buku di kios tempatnya bekerja. Kegiatan itu dilakukannya sambil menunggu jam sekolah yang masuk siang hari. Maka itu, pengetahuan Mahyeldi di atas rata-rata siswa di sekolahnya.
Adapun buku yang digemarinya tentang buku-buku Islam. Dia pun menuliskan kisah Nabi Muhammad SAW ketika diberi esai tentang tokoh idola oleh gurunya.
18. Penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) atas keberhasilan Provinsi NTB menetapkan Peraturan Daerah tentang Pencegahan Perkawinan Anak, dan Pemberdayaan serta Perlindungan Perempuan NTB. Diberikan oleh Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmayanti di Gedung Graha Bahkti Praja, Kantor Gubernur NTB, Jum’at, 16 April 2021.
19. Penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas hasil pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2020 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB di Mataram, Selasa 18 Mei 2021.
20. Penghargaan Daerah Peduli Perlindungan Konsumen tahun 2020. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Perdagangan kepada Gubernur NTB pada puncak acara peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) tahun 2021, Rabu, 7 Juli 2021 di Jakarta.
21. Penghargaan BKN Award 2021 untuk dua kategori, yaitu peringkat ke-3 untuk kategori capaian dalam penilaian kompetensi dan peringkat ke-3 kategori capaian implementasi Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK) dan pemanfaatan Computer Assisted Test (CAT) Provinsi tipe B se-Indonesia. Diberikan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepegawaian yang digelar secara hybrid di The Westin Resort Nusa Dua-Bali, Kamis, 1 juli 2021.
22. Penghargaan Figur Pembawa Perubahan-The Figure Excellence Award 2021 oleh Seven Media Asia Award 2021. Kategori “Best Inspiring Tourism Initiative”. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Vice Presiden of Market Management Accomodation Traveloka, John Safenson, Jumat, 25 Juli 2021, bertempat di Harris Hotel Sunset Road, Bali.
2. Mahyeldi Ansharullah
Pria kelahiran Bukittinggi, 25 Desember 1966 ini dilantik Presiden Jokowi sebagai Gubernur Sumatera Barat terpilih periode 2021-2024 di Istana Negara, Jakarta pada Kamis (25/2/2021). Karier politiknya diawali sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat (Sumbar) periode 2004-2009.Pada periode itu, pria yang memiliki gelar Datuak Marajo ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sumbar. Setelah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Padang periode 2009-2014, Mahyeldi menjabat Wali Kota Padang periode 2014-2019.
Mahyeldi adalah anak pertama dari tujuh bersaudara pasangan Mardanis bin Musa St. Tanameh dan Nurmi. Dia bukanlah dari keluarga yang berkecukupan. Ayahnya, Mardanis merupakan seorang tukang becak dan buruh angkat di Pasar Atas, Bukittinggi.

Foto/Dok SINDO
Baca juga: Bangun Sumbar, Gubernur Mahyeldi Siap Gandeng Perantau Minang
Mahyeldi sudah bekerja membantu ayahnya untuk mendapatkan uang sejak duduk di bangku Kelas III Sekolah Dasar (SD). Dia bersekolah usai membantu ayahnya.
Rutinitas itu tidak mempengaruhi prestasinya di sekolah. Sebab, Mahyeldi tetap meraih juara di kelas meski harus bekerja. Saat Kelas V SD, dia dan keluarga pindah ke Kota Dumai.
Hingga masuk Sekolah Menengan Pertama (SMP), dia tetap bekerja untuk menopang perekonomian keluarganya. Dia berjualan ikan yang diperoleh dari Ajo, nelayan asal Pariaman. Dia mendapat potongan harga ikan sebagai imbalannya.
Setelah ikan laku terjual, Mahyeldi jualan koran. Dia direkrut menjadi loper koran oleh pemuda asal Aceh yang memiliki kios buku dan koran terkemuka di Dumai.
Profesi loper koran tersebut membuatnya banyak mengetahui informasi yang terjadi saat itu. Bahkan, Mahyeldi sering ditanya gurunya mengenai berita teraktual.
Selain itu, dia dapat membaca banyak buku di kios tempatnya bekerja. Kegiatan itu dilakukannya sambil menunggu jam sekolah yang masuk siang hari. Maka itu, pengetahuan Mahyeldi di atas rata-rata siswa di sekolahnya.
Adapun buku yang digemarinya tentang buku-buku Islam. Dia pun menuliskan kisah Nabi Muhammad SAW ketika diberi esai tentang tokoh idola oleh gurunya.
(rca)
Lihat Juga :