385 WNI Terjebak Perang Sudan Sudah Tiba di Tanah Air
Sabtu, 29 April 2023 - 09:45 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pesawat Evakuasi Turki Ditembaki, Tentara dan RSF Saling Tuding
Sarniah binti Sarnata (31), salah satu WNI dari Sudang, mengatakan, proses pemulangan dilakukan Pemerintah Indonesia karena konflik bersenjata yang makin memburuk antara militer Pemerintah Sudan dan milisi Rapid Support Force (RSF) di Khartoum pada 15 April 2023.
"Saya sudah berada di sana selama 8 tahun, di sana ada bom, ada perang gitu. Alhamdulillah tahunya ada tiket pemulangan. Terima kasih kepada Kemensos yang memberikan bantuan logistik. Namanya saya kurang mampu. Mau pulang nggak ada duit, dari dulu mau pulang tapi nggak ada uang," kata Sarniah.
Pemerintah Indonesia dalam hal ini telah mengaktifkan 2 kluster untuk penanganan darurat yaitu Klaster Kesehatan yang dikoordinasi oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Pusat Krisis dan Klaster Pengungsian dan Perlindungan yang dikoordinasi Kemensos dan didukung lembaga-lembaga nonpemerintah.
Proses pemulangan para WNI dari Sudan ini direncanakan melalui 2 skenario, yakni melalui pemulangan mandiri dengan dijemput oleh keluarga dan melalui pemerintah daerah. Pemulangan WNI dari Sudan ke Indonesia hingga ke daerah masing-masing ini berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kemeskes, Kementerian Agama (Kemenag) hingga Polri.
Sarniah binti Sarnata (31), salah satu WNI dari Sudang, mengatakan, proses pemulangan dilakukan Pemerintah Indonesia karena konflik bersenjata yang makin memburuk antara militer Pemerintah Sudan dan milisi Rapid Support Force (RSF) di Khartoum pada 15 April 2023.
"Saya sudah berada di sana selama 8 tahun, di sana ada bom, ada perang gitu. Alhamdulillah tahunya ada tiket pemulangan. Terima kasih kepada Kemensos yang memberikan bantuan logistik. Namanya saya kurang mampu. Mau pulang nggak ada duit, dari dulu mau pulang tapi nggak ada uang," kata Sarniah.
Pemerintah Indonesia dalam hal ini telah mengaktifkan 2 kluster untuk penanganan darurat yaitu Klaster Kesehatan yang dikoordinasi oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Pusat Krisis dan Klaster Pengungsian dan Perlindungan yang dikoordinasi Kemensos dan didukung lembaga-lembaga nonpemerintah.
Proses pemulangan para WNI dari Sudan ini direncanakan melalui 2 skenario, yakni melalui pemulangan mandiri dengan dijemput oleh keluarga dan melalui pemerintah daerah. Pemulangan WNI dari Sudan ke Indonesia hingga ke daerah masing-masing ini berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kemeskes, Kementerian Agama (Kemenag) hingga Polri.
(abd)
Lihat Juga :