Kepedulian KSAD Dudung kepada Rakyat Cerminkan Kepemimpinan Amanah
Minggu, 16 April 2023 - 19:54 WIB
loading...
A
A
A
"Suatu ketika dia juga masuk kampus-kampus. Tidak hanya ceramah dan orasi, pasti dia sumbangkan dana untuk mahasiswa berprestasi, atau mahasiswa yang terdampak ekonominya. Contoh baik," katanya.
Ginting juga mengapresiasi KSAD Dudung yang mau mengajarkan siswa-siswi di SDN 12 Kecamatan Entikong, Kalimantan Barat tentang Pancasila. Memberikan pelajaran dan pemahaman Pancaila sejak usia dini kepada siswa, menurut Ginting, karena Dudung ingin mengimplementasi sapta marga pertama dan kedua TNI. Sebab hal itu adalah syarat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
"Kita ini kan sudah punya pengalaman sejak merdeka, ada 3 ideologi yang mau masuk ke Indonesia. Yaitu Islam, komunis, dan liberal. Yang kelompok Islam memaksa ingin ideologi Islam, yang Komunis juga begitu, yang Kristen ingin liberal. Nah Pancasila ini pemersatu. Tugas TNI menjadi garga terdepan untuk menjaga Pancasila," tambahnya.
Dudung juga berasal dari keluarga besar pendidik. Jiwa pendidiknya didapatkan dari warisan orang tuanya. Dudung bahkan sempat dinyatakan lulus tes IKIP Bandung sebelum dia mengikuti ujian di Akademi Militer (Akmil).
"Tapi dia pilih Akmil. Tapi jiwa gurunya itu masih tertanam dan rata-rata keluarganya guru. Jadi itu tulus karena almarhum Bapaknya pejuang kemerdekaan bekas tentara pelajar makanya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Nah (Bapaknya) setelah selesai perang kemerdekaan itu memilih menjadi guru, setelah guru baru PNS. Jadi jiwa gurunya itu ada pada jiwa Dudung Abdurachman. Itu warisan," kata Ginting.
Ginting juga mengapresiasi KSAD Dudung yang mau mengajarkan siswa-siswi di SDN 12 Kecamatan Entikong, Kalimantan Barat tentang Pancasila. Memberikan pelajaran dan pemahaman Pancaila sejak usia dini kepada siswa, menurut Ginting, karena Dudung ingin mengimplementasi sapta marga pertama dan kedua TNI. Sebab hal itu adalah syarat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
"Kita ini kan sudah punya pengalaman sejak merdeka, ada 3 ideologi yang mau masuk ke Indonesia. Yaitu Islam, komunis, dan liberal. Yang kelompok Islam memaksa ingin ideologi Islam, yang Komunis juga begitu, yang Kristen ingin liberal. Nah Pancasila ini pemersatu. Tugas TNI menjadi garga terdepan untuk menjaga Pancasila," tambahnya.
Dudung juga berasal dari keluarga besar pendidik. Jiwa pendidiknya didapatkan dari warisan orang tuanya. Dudung bahkan sempat dinyatakan lulus tes IKIP Bandung sebelum dia mengikuti ujian di Akademi Militer (Akmil).
"Tapi dia pilih Akmil. Tapi jiwa gurunya itu masih tertanam dan rata-rata keluarganya guru. Jadi itu tulus karena almarhum Bapaknya pejuang kemerdekaan bekas tentara pelajar makanya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Nah (Bapaknya) setelah selesai perang kemerdekaan itu memilih menjadi guru, setelah guru baru PNS. Jadi jiwa gurunya itu ada pada jiwa Dudung Abdurachman. Itu warisan," kata Ginting.
(abd)
Lihat Juga :