Anas Urbaningrum Disuruh Minta Maaf, Loyalis Ingatkan Pidato Perintah SBY kepada KPK

Selasa, 11 April 2023 - 10:59 WIB
loading...
Anas Urbaningrum Disuruh...
Kordinator Nasional Sahabat Anas Urbaningrum Muhammad Rahmad menyebut bukan Anas Urbaningrum yang membuat Partai Demokrat karam di Pemilu 2014. Foto/wikipedia
A A A
JAKARTA - Kepala Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Arief meminta Anas Urbaningrum meminta maaf kepada mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat setelah keluar dari penjara. Dia menyebut Anas telah membuat Partai Demokrat karam di masa kepemimpinannya.

Kordinator Nasional Sahabat Anas Urbaningrum Muhammad Rahmad balik menuding bahwa SBY justru penyebab karamnya Demokrat di Pemilu 2014.

"Saat Mas Anas memimpin Partai Demokrat, elektabilitas Partai berada diposisi 32 persen. Elektabilitas Partai tertinggi saat itu. Saat itu, Demokrat juga dinilai publik sebagai partai yang sangat demokratis," ujar Rahmad, Senin (10/4/2023).

Baca juga: Perjalanan Kasus Anas Urbaningrum hingga Akhirnya Bebas Hari Ini

Rahmad mengatakan, lantaran kebesaran Partai Demokrat di masa itu, SBY berusaha menggusur Anas dengan berbagai cara dan upaya. Dia pun mengingatkan pidato yang disampaikan SBY dari Arab Saudi kepada KPK untuk “menyelesaikan” kasus yang dituduhkan terhadap Anas.

"Masih ingat pidato Pak SBY yang ditujukan khusus ke KPK dari Jeddah? Yaitu agar KPK segera menetapkan status Mas Anas. Jika salah katakan salah. Jika tidak salah, tolong dijelaskan kenapa tidak salah," ungkap Rahmad.

Rahmad juga menyebutkan SBY pula yang mengaramkan kapal Partai Demokrat. Awalnya hanya dibocorkan. Berharap, setelah Anas Urbaningrum berhasil digusur, SBY bisa tampil sebagai pahlawan yang menyelamatkan kapal Partai Demokrat.



"Namun perkiraan SBY meleset. Ternyata Demokrat betul betul karam akibat ulah Pak SBY. Bahkan perolehan suara Demokrat terendah sepanjang sejarah di Era SBY jadi Ketua Umum, 2014 dan 2019," jelas Rahmad.

Karena itu Rahmad menilai sudah seharusnya SBY mohon ampun kepada Allah SWT dan minta maaf kepada Anas Urbaningrum serta meminta maaf pula kepada pendiri dan seluruh kader-kader Partai Demokrat.

"Saya percaya, Pak SBY sebetulnya orang baik yang bersedia minta maaf kepada Mas Anas. Saya juga yakin, Mas Anas akan membuka pintu maaf untuk Pak SBY. Bahkan, saya bersedia menjadi penghubung dan menyampaikan pesan khusus itu kepada Mas Anas, jika Pak SBY berniat minta maaf," pungkas Rahmad.

Rahmad sebelumnya mengungkapkan bahwa Anas Urbaningrum akan membacakan pidato setelah keluar dari Lapas Sukamiskin siang nanti. Isi pidato Anas Urbaningrum tersebut kata Rahmad tidak berkaitan dengan Ketum DPP Partai Demokrat saat ini yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melainkan dengan ayahnya, yaitu SBY.

"Terkait ramainya pertanyaan terkait isi pidato Mas Anas, dapat kami sampaikan bahwa Mas Anas akan memberikan kejutan pada pidatonya besok. Mas Anas tidak punya urusan dengan AHY tapi memiliki agenda khusus dengan SBY," ujar Rahmad, Senin (10/4/2023).
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
Demokrat: Pemerintah...
Demokrat: Pemerintah Tidak Perlu Batasi Masa Jabatan Ketum Parpol
Demokrat Serahkan Urusan...
Demokrat Serahkan Urusan Reshuffle Kabinet ke Presiden: Supaya Bisa Bekerja dengan Nyaman
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Sambil Melukis di Magelang,...
Sambil Melukis di Magelang, SBY Menyoroti Kejatuhan Pasar Modal dan Kurs Rupiah
Partai Demokrat Ancam...
Partai Demokrat Ancam Gugat Trump Terkait Perang Iran
Rekomendasi
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Austria Taklukkan Yordania...
Austria Taklukkan Yordania 3-1, Debut Manis di Piala Dunia 2026
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Bahtera Nabi Nuh AS Berlabuh setelah 150 Tahun Terombang-ambing Banjir
Berita Terkini
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Kapolda Riau Gaungkan...
Kapolda Riau Gaungkan Polisi Penjaga Peradaban di Dies Natalis Ke-80 STIK Polri
Kemenhaj Ajukan Tambahan...
Kemenhaj Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Tahun 2027
DPR Desak Negara Tindak...
DPR Desak Negara Tindak Keras Tanpa Kompromi Judi Online dan Teror Pinjol
Namanya Dicatut BEM...
Namanya Dicatut BEM Bersatu, FISIP Unas Tegaskan Tak Punya BEM Fakultas
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Foksi: Sungguh Menggelikan
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved