Fahri Hamzah Puji Gagasan Koalisi Besar Jokowi: Itu Top!
Senin, 10 April 2023 - 06:36 WIB
loading...
Koalisi besar yang diinisiasi Presiden Jokowi diapresiasi Fahri Hamzah sebagai langkah mengurangi persaingan di internal kabinet menjelang Pemilu 2024. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah memuji langkah Presiden Joko Wdodo (Jokowi) menjelang Pemilu 2024. Dia melihat gagasan koalisi besar Jokowi adalah upaya rekonsiliasi dan konsolidasi elite untuk mengurangi persaingan di dalam kabinet.
Fahri mengatakan, usia pemerintahan Presiden Jokowi masih 1,5 tahun hingga Oktober 2024. Adanya persaingan di dalam kabinet bisa merusak fokus dan konsentrasi kerja pemerintah gara-gara sibuk memikirkan pencalonan di Pilpres 2024. Bagaimana pun, pemerintah masih dibutuhkan rakyat, karena krisis global belum selesai akibat perang Rusia-Ukraina.
"Hari ini Taiwan mau diserang oleh China dan Laut Cina Selatan itu ada perbatasan kita, itu terancam. Jadi apa yang dilakukan oleh Pak Jokowi meminta adanya koalisi besar itu, sebagai sebagai konsolidasi terhadap kabinet menurut, saya harus dihormati dan harus dipuji, karena kekuasaan kabinetnya masih berlangsung," kata Fahri kepada wartawan, yang dikutip Senin (10/4/2023).
Baca juga: Dinilai Bukan Marah, Fahri Hamzah Kasihan Lihat Jokowi Frustrasi
Menurut mantan Wakil Ketua DPR ini, semestinya para menteri yang berada di kabinet tidak boleh hanya sibuk menentukan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) sendiri-sendiri. Sebab, mereka masih bagian dari pemerintah yang harus bekerja sebagai pembantu Jokowi.
"Kalau oposisi mau menyerang, silakan saja. Tetapi inisiatif Pak Jokowi mengosolidasi sisa kekuasaan sampai berakhir, itu top dan harus dipuji. Nanti, efek nya hanya satu kandidat, misalkan Prabowo terserah. Yang penting konsolidasinya top," ungkapnya.
Sebab, menurut Fahri, para ketua umum dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) seperti Airlangga Hartarto, Zulkifli Hasan, Prabowo Subianto, dan Mardiono serta beberapa kader partai pimpinan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) merupakan bagian dari kabinet Jokowi. Jika mereka sibuk mengurusi capres sendiri seperti Partai Nasdem, tentu kinerja pemerintahan Jokowi akan terbengkalai
Fahri mengatakan, usia pemerintahan Presiden Jokowi masih 1,5 tahun hingga Oktober 2024. Adanya persaingan di dalam kabinet bisa merusak fokus dan konsentrasi kerja pemerintah gara-gara sibuk memikirkan pencalonan di Pilpres 2024. Bagaimana pun, pemerintah masih dibutuhkan rakyat, karena krisis global belum selesai akibat perang Rusia-Ukraina.
"Hari ini Taiwan mau diserang oleh China dan Laut Cina Selatan itu ada perbatasan kita, itu terancam. Jadi apa yang dilakukan oleh Pak Jokowi meminta adanya koalisi besar itu, sebagai sebagai konsolidasi terhadap kabinet menurut, saya harus dihormati dan harus dipuji, karena kekuasaan kabinetnya masih berlangsung," kata Fahri kepada wartawan, yang dikutip Senin (10/4/2023).
Baca juga: Dinilai Bukan Marah, Fahri Hamzah Kasihan Lihat Jokowi Frustrasi
Menurut mantan Wakil Ketua DPR ini, semestinya para menteri yang berada di kabinet tidak boleh hanya sibuk menentukan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) sendiri-sendiri. Sebab, mereka masih bagian dari pemerintah yang harus bekerja sebagai pembantu Jokowi.
"Kalau oposisi mau menyerang, silakan saja. Tetapi inisiatif Pak Jokowi mengosolidasi sisa kekuasaan sampai berakhir, itu top dan harus dipuji. Nanti, efek nya hanya satu kandidat, misalkan Prabowo terserah. Yang penting konsolidasinya top," ungkapnya.
Sebab, menurut Fahri, para ketua umum dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) seperti Airlangga Hartarto, Zulkifli Hasan, Prabowo Subianto, dan Mardiono serta beberapa kader partai pimpinan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) merupakan bagian dari kabinet Jokowi. Jika mereka sibuk mengurusi capres sendiri seperti Partai Nasdem, tentu kinerja pemerintahan Jokowi akan terbengkalai