Ganjar Apresiasi Robot Asisten Medis Buatan Mahasiswa Polines
Senin, 20 Juli 2020 - 11:05 WIB
loading...
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat melihat demonstrasi robot pengganti tenaga medis buatan mahasiswa Polines. Foto/Dok.Humas Pemprov Jateng
A
A
A
SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo memberikan apresiasi kepada tim robotik Politeknik Negeri Semarang (Polines) yang berhasil menciptakan robot pengganti tenaga medis untuk melayani pasien COVID-19. Itu disampaikan Ganjar saat melihat demonstrasi robot bernama RAMA (Robot Asisten Medis Autonomus) itu di rumah dinasnya, Minggu (19/7/2020).
"Dengan robot tersebut, maka pasien COVID-19 dapat dilayani dengan baik tanpa ada sentuhan langsung dengan tenaga medis lainnya. Ini bagus, kelebihannya menggantikan perawat sehingga tidak bersentuhan langsung. Ini melindungi tenaga medis kita. Ini juga bisa mengurangi penggunaan APD," katanya.
Robot tersebut untuk pertama kali diperkenalkan kepada Ganjar. Robot itu berbentuk seperti rak makanan yang biasa digunakan suster mengantar makanan dan obat-obatan di rumah sakit. Bedanya, robot rak makanan itu bisa berjalan sendiri sehingga aman saat mengantar kebutuhan pasien penyakit menular seperti COVID-19.
Saat pertama melihat robot tersebut, Ganjar tidak menduga bahwa rak makanan itu adalah robot yang dimaksud. Ekspektasinya, robot yang diciptakan seperti robot yang lengkap dengan kaki, tangan dan kepala. "Ini robotnya to, saya kira robot seperti yang biasanya itu. Ada kaki dan kepalanya," kata Ganjar pertama melihat robot itu.
Ganjar pun meminta tiga mahasiswa pencipta robot tersebut yakni Abbas Kiarostami Permana, Ainur Rofik dan Wahyu Hidayat untuk mendemonstrasikan. Setelah dihidupkan dan dikontrol melalui remot, robot RAMA itu bisa berjalan sendiri ke sejumlah tempat dengan sukses.
"Dengan robot tersebut, maka pasien COVID-19 dapat dilayani dengan baik tanpa ada sentuhan langsung dengan tenaga medis lainnya. Ini bagus, kelebihannya menggantikan perawat sehingga tidak bersentuhan langsung. Ini melindungi tenaga medis kita. Ini juga bisa mengurangi penggunaan APD," katanya.
Robot tersebut untuk pertama kali diperkenalkan kepada Ganjar. Robot itu berbentuk seperti rak makanan yang biasa digunakan suster mengantar makanan dan obat-obatan di rumah sakit. Bedanya, robot rak makanan itu bisa berjalan sendiri sehingga aman saat mengantar kebutuhan pasien penyakit menular seperti COVID-19.
Saat pertama melihat robot tersebut, Ganjar tidak menduga bahwa rak makanan itu adalah robot yang dimaksud. Ekspektasinya, robot yang diciptakan seperti robot yang lengkap dengan kaki, tangan dan kepala. "Ini robotnya to, saya kira robot seperti yang biasanya itu. Ada kaki dan kepalanya," kata Ganjar pertama melihat robot itu.
Ganjar pun meminta tiga mahasiswa pencipta robot tersebut yakni Abbas Kiarostami Permana, Ainur Rofik dan Wahyu Hidayat untuk mendemonstrasikan. Setelah dihidupkan dan dikontrol melalui remot, robot RAMA itu bisa berjalan sendiri ke sejumlah tempat dengan sukses.