Bebas dari Penjara, Anas Urbaningrum Ancaman bagi Demokrat

Sabtu, 01 April 2023 - 11:44 WIB
loading...
Bebas dari Penjara,...
Anas Urbaningrum melalui PKN diprediksi menjadi ancaman bagi Partai Demokrat. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dijadwalkan keluar dari Lapas Sukamiskin pada 10 April 2023. Anas dipastikan kembali ke gelanggang politik dengan kendaraan yang telah disiapkan, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) yang dinakhodai loyalisnya, Gede Pasek Suardika.

Bagaimana langkah politik Anas dan dampaknya terhadap Partai Demokrat? Pengamat politik Universitas Al Azhar Ujang Komarudin melihat kemungkinan besar Anas tidak akan tinggal diam. Dia akan bergerak bersama PKN bersama Gede Pasek.

"Kelihatannya Anas tidak akan tinggal diam, ketika dia sudah keluar dari penjara sudah ada partai yang dia bentuk bersama Gede Pasek Partai Kebangkitan Nusantara, itu menjadi jalan politik Anas lagi," kata Ujang saat dihubungi, Sabtu (1/4/2023).

Baca juga: Anas Urbaningrum Akan Langsung Sungkem ke Ibunya Setelah Bebas

Menurut Ujang, Anas tidak akan tinggal diam untuk bisa mengganggu Partai Demokrat. Bagaimana pun, Anas merupakan mantan ketua umum Demokrat dan lama di Partai Demokrat, sehingga ia tahu kekurangan Partai Demokrat bahkan tahu juga kasus-kasus di Partai Demokrat.

"Bisa jadi Anas itu masuk penjara juga karena katakanlah dikerjai petinggi-petinggi Partai Demokrat, bisa jadi nanti ke depan akan mengungkap, membuka tabir hitam misalnya soal keburukan-keburukan atau korupsi-korupsi di Partai Demokrat, bisa saja, bukan tidak mungkin," ujarnya.

Ujang menjelaskan, dalam politik, kalau tidak saling berbaikan maka saling serang. Karena itu sangat mungkin Anas akan membuka satu per satu kasus yang pernah dilakukan Demokrat.

"Saya sih melihatnya Demokrat bisa jadi akan ada kasus satu per satu yang akan dibuka oleh Anas Urbaningrum yang penting Anasnya kuat, yang penting Anasnya berani, kita tunggu saja," terang Ujang.

Target Turunkan Suara Demokrat

Meskipun demikian, Ujang yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) meragukan keberadaan Anas dan PKN bisa menggerus Demokrat di Pemilu 2024. Yang terjadi, PKN berpotesi mengganggu Demokrat dan menurunkan suara.

"Kalau power gerus suara Demokrat belum tentu tetapi untuk mengganggu Partai Demokrat untuk membuka kasus-kasus korupsi Demokrat, sehingga suara Partai Demokrat bisa saja turun, namanya juga persaingan dua kubu," ungkapnya.



Caranya, karena sama-sama besar di Partai Demokrat, Ujang menduga bisa saja Anas dan Pasek menargetkan untuk menurunkan perolehan suara Demokrat di Pemilu 2024 dengan mengungkap kasus-kasus.

"Saya sih melihatnya menggerus mungkin terlalu keras tapi bisa jadi targetnya menurunkan suara Partai Demokrat diungkap ke publik, kalau enggak ya Demokrat akan jalan sebagaimana keinginan Demokrat," pungkas Ujang.

Sebelumnya Pasek memastikan kembalinya Anas ke dunia politik setelah keluar dari Sukamiskin. "Jiwa dan habitat Mas Anas Urbanignrum di politik. Pasti beliau akan kembali ke habitatnya," tandasnya.

Pasek yang juga menjadi Sekjen Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Gede Pasek Suardika memperkirakan Anas bebas pada 10 April. "Secara pasti melalui surat resmi belum ada dari Dirjen Pas atau Kalapas di Sukamiskin. Prediksi saya sih antara 9-10-11 April," kata Pasek, Jumat (31/3/2023).
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
Demokrat: Pemerintah...
Demokrat: Pemerintah Tidak Perlu Batasi Masa Jabatan Ketum Parpol
Demokrat Serahkan Urusan...
Demokrat Serahkan Urusan Reshuffle Kabinet ke Presiden: Supaya Bisa Bekerja dengan Nyaman
Hadiri Baksos di Gereja...
Hadiri Baksos di Gereja Katolik Santo Andreas, AHY Salurkan Bantuan untuk Ribuan Jemaat
Anas dan 20 Kader Mundur,...
Anas dan 20 Kader Mundur, PKN Fokus Regenerasi dan Konsolidasi
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Skandal Umur Politisi...
Skandal Umur Politisi Mungil Ini Hebohkan Nigeria, Berusia 30 atau 16 Tahun?
Partai Demokrat Ancam...
Partai Demokrat Ancam Gugat Trump Terkait Perang Iran
Rekomendasi
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Disomasi Tessa Kaunang,...
Disomasi Tessa Kaunang, Sandy Tumiwa Bantah Cemarkan Nama Baik
Hasil Seleksi Administrasi...
Hasil Seleksi Administrasi PPG Guru Tertentu 2026 Diumumkan, Cek Akun SIMPKB!
Berita Terkini
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Imigrasi Tangkap WNA...
Imigrasi Tangkap WNA Australia Buronan Interpol Kasus Penyelundupan Narkoba
Anggota DPD RI Filep...
Anggota DPD RI Filep Desak Pembentukan Satgas Pencegahan Pungli di Kantor Imigrasi
ASN BPK Ditahan KPK...
ASN BPK Ditahan KPK setelah Terjaring OTT: Saya Enggak Terima Uang, Ini Enggak Adil
Kementerian PPPA Perkuat...
Kementerian PPPA Perkuat Perlindungan Anak dari Ancaman Judol
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved