Fahri Hamzah Kecewa FIFA, Ingatkan Perlakuan Istimewa Jokowi di G-20 Bali
Jum'at, 31 Maret 2023 - 12:57 WIB
loading...
Fahri Hamzah mengaku tak menyangkan FIFA akan membatalkan status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Foto/Instagram @fahrihamzah
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah mengaku kaget ketika FIFA membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Dia meminta pemerintah mencari tahu alasan sebenarnya di balik pembatalan itu.
"Saya tidak pernah menyangka bahwa FIFA akan bertindak seperti ini kepada Indonesia, mengingat bahwa pada event paling penting G-20 di Bali tahun lalu. Presiden Jokowi telah memberikan tempat yang sangat istimewa bagi Presiden FIFA, bahkan menyampaikan pidato yang khusus di depan para pemimpin dunia. Bahkan membagikan bola kepada mereka yang akan ditendang dalam event Piala Dunia di Qatar," kata Fahri Hamzah kepada wartawan, Jumat (31/3/2023).
Baca juga: Fahri Hamzah: Kegilaan Zionis Harus Dihadapi Bersama
Fahri menduga ada hal-hal politis. Karena itu, mantan wakil ketua DPR ini menyarankan agar pemerintah harus mencari tahu alasan fundamental apa yang terjadi sebenarnya yang menjadi alasan FIFA sehingga memutuskan demikian.
"Kalau FIFA bermain politik, memang selama ini FIFA selalu berkait dengan politik, di Qatar FIFA melarang Rusia bermain atas argumen invasi kepada Ukraina. Padahal yang menginvasi Ukraina itu adalah politisi Vladimir Putin tapi klub sepakbola jadi korban. Sama juga dengan kasus Israel," ujarnya
"Saya tidak pernah menyangka bahwa FIFA akan bertindak seperti ini kepada Indonesia, mengingat bahwa pada event paling penting G-20 di Bali tahun lalu. Presiden Jokowi telah memberikan tempat yang sangat istimewa bagi Presiden FIFA, bahkan menyampaikan pidato yang khusus di depan para pemimpin dunia. Bahkan membagikan bola kepada mereka yang akan ditendang dalam event Piala Dunia di Qatar," kata Fahri Hamzah kepada wartawan, Jumat (31/3/2023).
Baca juga: Fahri Hamzah: Kegilaan Zionis Harus Dihadapi Bersama
Fahri menduga ada hal-hal politis. Karena itu, mantan wakil ketua DPR ini menyarankan agar pemerintah harus mencari tahu alasan fundamental apa yang terjadi sebenarnya yang menjadi alasan FIFA sehingga memutuskan demikian.
"Kalau FIFA bermain politik, memang selama ini FIFA selalu berkait dengan politik, di Qatar FIFA melarang Rusia bermain atas argumen invasi kepada Ukraina. Padahal yang menginvasi Ukraina itu adalah politisi Vladimir Putin tapi klub sepakbola jadi korban. Sama juga dengan kasus Israel," ujarnya
Lihat Juga :