Mengenal 3 Ibu Negara Indonesia Berdarah Minang
Rabu, 29 Maret 2023 - 10:25 WIB
loading...
A
A
A
Ibu dari Presiden kelima ini meninggal pada tanggal 14 Mei 1980 di Kuala Lumpur, Malaysia. Kala itu Fatmawati terkena serangan jantung saat melakukan perjalanan pulang umroh dari Mekah dan dimakamkan di Karet Bivak, Jakarta.
Menjadi istri sang proklamator kemerdekaan, Fatmawati memiliki peranan penting pada saat itu. Dirinya dikenal akan jasanya dalam menjahit Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih yang turut dikibarkan pada saat upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945.
Pemilik nama lengkap Mufidah Mi'ad Saad lahir pada tanggal 12 Februari 1943 di kota Sibolga, Sumatera Utara.
Dirinya lahir dari pasangan H. Buya Mi'ad (ayah) dan Siti Baheram (ibu), pasangan perantau Minang asal Lintau Buo, Tanah Datar, Sumatera Barat yang menetap di Sibolga sebelum berpindah ke Makassar, Sulawesi Selatan.
Saat menjadi istri wakil presiden selama 2 periode yang tidak berurutan, Mufidah pernah menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) hingga tahun 2015.
Menjadi istri sang proklamator kemerdekaan, Fatmawati memiliki peranan penting pada saat itu. Dirinya dikenal akan jasanya dalam menjahit Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih yang turut dikibarkan pada saat upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945.
2. Mufidah Mi'ad
Mufidah atau yang dikenal dengan Mufidah Jusuf Kalla juga merupakan ibu negara yang berdarah Minang. Sesuai namanya, dirinya merupakan istri dari Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla.Pemilik nama lengkap Mufidah Mi'ad Saad lahir pada tanggal 12 Februari 1943 di kota Sibolga, Sumatera Utara.
Dirinya lahir dari pasangan H. Buya Mi'ad (ayah) dan Siti Baheram (ibu), pasangan perantau Minang asal Lintau Buo, Tanah Datar, Sumatera Barat yang menetap di Sibolga sebelum berpindah ke Makassar, Sulawesi Selatan.
Saat menjadi istri wakil presiden selama 2 periode yang tidak berurutan, Mufidah pernah menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) hingga tahun 2015.
Lihat Juga :