Fahri Hamzah: Partai Gelora Siapkan Pemimpin Baru untuk Indonesia
Minggu, 19 Juli 2020 - 09:01 WIB
loading...
A
A
A
Maka itu, kata mantan Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 ini, tidak ada jalan lain untuk mengatasi persoalan krisis berlarut ini, yakni dengan mengganti kepemimpinan baru dengan darah yang lebih segar, yang akan dipersembahkan oleh Partai Gelora Indonesia. Dia melanjutkan, Partai Gelora Indonesia bakal mempelopori lahirnya digital demokrasi yang menghadirkan berbagai instrumen partai politik (parpol) secara digital, yang akan mudah diakses publik melalui ponsel maupun gadget lainnya.
Baik menjadi tempat untuk perdebatan isu atau pikiran, merekrut anggota, mengakses informasi tentang partai politik dan calon pemimpinnya, termasuk mencari pemimpin baru. "Disinilah pentingnya berbicara digital demokrasi, kegiatan Gelora Digifest 2020 ini instrumen untuk melengkapkan diri sebagai partai politik digital. Sebab, partai yang manual, kuno dan kolot akan ditinggalkan," katanya.
Dia berpendapat, Pandemi Covid-19 saat ini juga telah memengaruhi demokrasi manual dan penggunaan digital mulai dilakukan. "Cara negara mengambil keputusan secara manual, tidak akan temukan lagi dimasa yang akan datang, semua akan dilakukan secara digital, sehingga tugas kepartaian juga perlu direformasi," katanya.
Melalui digital demokrasi ini, Partai Gelora berikhtiar bakal membangun sinergi yang mengumpulkan seluruh potensi anak bangsa tanpa membedakan suku, agama dan ras untuk berkiprah dalam politik, sehingga menimbulkan kesadaran kolektif bangsa dalam mengatasi krisis berlarut.
"Kalau kata ketua umum (Anis Matta -red). Langit terlalu tinggi, kita terbang terlalu rendah, yang kita ingin capai begitu tinggi, tetapi kemampuan kita untuk menggapainya masih terlalu rendah. Ini tantangan dan keluhan yang harus diatasi bersama, kita harus berkolaborasi. Kita harus laksanakan amanah sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia," pungkasnya.
Baik menjadi tempat untuk perdebatan isu atau pikiran, merekrut anggota, mengakses informasi tentang partai politik dan calon pemimpinnya, termasuk mencari pemimpin baru. "Disinilah pentingnya berbicara digital demokrasi, kegiatan Gelora Digifest 2020 ini instrumen untuk melengkapkan diri sebagai partai politik digital. Sebab, partai yang manual, kuno dan kolot akan ditinggalkan," katanya.
Dia berpendapat, Pandemi Covid-19 saat ini juga telah memengaruhi demokrasi manual dan penggunaan digital mulai dilakukan. "Cara negara mengambil keputusan secara manual, tidak akan temukan lagi dimasa yang akan datang, semua akan dilakukan secara digital, sehingga tugas kepartaian juga perlu direformasi," katanya.
Melalui digital demokrasi ini, Partai Gelora berikhtiar bakal membangun sinergi yang mengumpulkan seluruh potensi anak bangsa tanpa membedakan suku, agama dan ras untuk berkiprah dalam politik, sehingga menimbulkan kesadaran kolektif bangsa dalam mengatasi krisis berlarut.
"Kalau kata ketua umum (Anis Matta -red). Langit terlalu tinggi, kita terbang terlalu rendah, yang kita ingin capai begitu tinggi, tetapi kemampuan kita untuk menggapainya masih terlalu rendah. Ini tantangan dan keluhan yang harus diatasi bersama, kita harus berkolaborasi. Kita harus laksanakan amanah sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia," pungkasnya.
(cip)
Lihat Juga :