Serikat Petani Indonesia Minta Semua Pihak Perkuat Data BPS
Selasa, 21 Maret 2023 - 12:59 WIB
loading...
Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih mendukung data produksi beras yang selama ini dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS).
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih mendukung data produksi beras yang selama ini dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut Henry, sesuai arahan Presiden Joko Widodo mengenai satu data harus mengacu pada data BPS sebagai lembaga resmi negara yang memiliki otoritas penuh terhadap penelitian dan pengolahan data secara faktual dan terpercaya melalui metodelogi Kerangka Sempel Area atau KSA.
"Soal data beras termasuk luas lahan sawah kita harus mengacu pada BPS. Luas lahan sawah misalnya ditetapkan presiden melalui kepres satu data luas lahan baku sawah 7,4 juta hektare (ha) juga datanya BPS. Hal ini ditetapkan supaya jangan ada multi data. Jadi sebaiknya mari kita dukung penuh dan perkuat data BPS sehingga data BPS akurat," ujarnya di Jakarta, Selasa (21/3/2023).
Disisi lain, Henry mendukung penguatan data yang dimiliki Kementerian Pertanian (Kementan) mengenai metode standing crop atau citra satelit, laporan dari dinas dan pemda seluruh Indonesia serta melakukan pengecekan validasi di semua wilayah sentra. Hal ini yang juga dilakukan SPI dalam mengambil sempel data melalui pengamatan di lapangan dari berbagai wilayah.
"Kan kita tidak punya kemampuan untuk melakukan penelitian atau perangkat lain untuk melakukan pendataan seluruh Indonesia. Yang bisa kita lakukan adalah pengamatan lapangan yang terbatas.
Karena itu kita mendukung metode yang dilakukan kementan, maupun kementrian lain untuk mendukung data yang dikeluarkan BPS," katanya.
Henry menambahkan, seperti halnya yang dilakukan Kementan melalui Agriculture War Room (AWR). Fungsi kontrol diperlukan untuk mengukur secara teknis kapan dilakukan panen serta memperkuat validasi data BPS.
"Soal data beras termasuk luas lahan sawah kita harus mengacu pada BPS. Luas lahan sawah misalnya ditetapkan presiden melalui kepres satu data luas lahan baku sawah 7,4 juta hektare (ha) juga datanya BPS. Hal ini ditetapkan supaya jangan ada multi data. Jadi sebaiknya mari kita dukung penuh dan perkuat data BPS sehingga data BPS akurat," ujarnya di Jakarta, Selasa (21/3/2023).
Disisi lain, Henry mendukung penguatan data yang dimiliki Kementerian Pertanian (Kementan) mengenai metode standing crop atau citra satelit, laporan dari dinas dan pemda seluruh Indonesia serta melakukan pengecekan validasi di semua wilayah sentra. Hal ini yang juga dilakukan SPI dalam mengambil sempel data melalui pengamatan di lapangan dari berbagai wilayah.
"Kan kita tidak punya kemampuan untuk melakukan penelitian atau perangkat lain untuk melakukan pendataan seluruh Indonesia. Yang bisa kita lakukan adalah pengamatan lapangan yang terbatas.
Karena itu kita mendukung metode yang dilakukan kementan, maupun kementrian lain untuk mendukung data yang dikeluarkan BPS," katanya.
Henry menambahkan, seperti halnya yang dilakukan Kementan melalui Agriculture War Room (AWR). Fungsi kontrol diperlukan untuk mengukur secara teknis kapan dilakukan panen serta memperkuat validasi data BPS.
Lihat Juga :