Pencarian Ditutup, 4 Orang Korban Longsor Natuna Dinyatakan Hilang
Minggu, 19 Maret 2023 - 07:13 WIB
loading...
Empat orang korban longsor di Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, yang belum ditemukan dinyatakan hilang. Foto/iNews TV
A
A
A
JAKARTA - Empat orang korban longsor di Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, yang belum ditemukan dinyatakan hilang. Hal ini terkait Tim Search And Rescue (SAR) gabungan resmi menutup operasi evakuasi dan pencarian korban longsor .
Operasi SAR di Serasan, Natuna tersebut ditutup setelah berlangsung selama 13 hari. Dari hasil pencarian dan penelusuran selama 13 hari, tim SAR gabungan berhasil menemukan 50 korban jiwa. Sementara itu, empat orang lainnya belum ditemukan dan dinyatakan hilang.
Bupati Natuna, Wan Siswandi meminta maaf terkait ditutupnya operasi pencarian korban di Serasan, Natuna.
"Saya selaku Komandan Tim Gabungan Tanggap Bencana, memohon maaf yang sebesarnya kepada pihak keluarga seluruh korban, apabila upaya kami belum maksimal. Namun, kami sudah mencoba melakukan semua hal yang bisa kami lakukan," kata Siswandi dikutip dari keterangan resmi Basarnas, Minggu (19/3/2023).
"Kepada keluarga korban yang belum dapat ditemukan, sekali lagi kami memohon maaf sekiranya keluarga dapat mengikhlaskan. Kepada seluruh warga, manakala selama keberadaan kami di Serasan terdapat kekurangan kami juga memohon maaf," imbuhnya.
Operasi SAR di Serasan, Natuna tersebut ditutup setelah berlangsung selama 13 hari. Dari hasil pencarian dan penelusuran selama 13 hari, tim SAR gabungan berhasil menemukan 50 korban jiwa. Sementara itu, empat orang lainnya belum ditemukan dan dinyatakan hilang.
Bupati Natuna, Wan Siswandi meminta maaf terkait ditutupnya operasi pencarian korban di Serasan, Natuna.
"Saya selaku Komandan Tim Gabungan Tanggap Bencana, memohon maaf yang sebesarnya kepada pihak keluarga seluruh korban, apabila upaya kami belum maksimal. Namun, kami sudah mencoba melakukan semua hal yang bisa kami lakukan," kata Siswandi dikutip dari keterangan resmi Basarnas, Minggu (19/3/2023).
"Kepada keluarga korban yang belum dapat ditemukan, sekali lagi kami memohon maaf sekiranya keluarga dapat mengikhlaskan. Kepada seluruh warga, manakala selama keberadaan kami di Serasan terdapat kekurangan kami juga memohon maaf," imbuhnya.
Lihat Juga :