Soal Pembatasan Jalur Logistik saat Lebaran, Pakar: Sebaiknya Ada Pengaturan Jam
Jum'at, 17 Maret 2023 - 22:13 WIB
loading...
Pemerintah disarankan tidak membatasi seluruh pergerakan angkutan logistik Lebaran 2023.Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah disarankan tidak membatasi seluruh pergerakan angkutan logistik Lebaran 2023 . Pemerintah sebaiknya memberlakukan pengaturan jam lintas angkutan logistik agar pasokan barang tetap terjaga.
"Misal jam 12 malam sampai jam 6 pagi baru logistik boleh lewat. Nanti yang jam 6 pagi ke atas itu sudah urusannya pemudik dan truk logistik nggak boleh lewat lagi. Saya rasa itu lebih fair," kata pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah di Jakarta, Jumat (15/3/2023).
Hal tersebut diungkapkan Trubus terkait rencana Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang akan membatasi pergerakan angkutan barang saat arus mudik dan balik Lebaran 2023 seperti tahun-tahun sebelumnya. Trubus mengatakan, pengaturan jam menjadi penting agar tidak terjadi kelangkaan barang yang bisa memicu kenaikan harga.
Baca juga: Jelang Lebaran 2023, Pemprov Jateng Persiapkan Kelancaran Lalu Lintas Pemudik dan Stok Sembako
Dia mengungkapkan kekhawatiran kebiasaan oknum tertentu yang kerap memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan pribadi. Dia melanjutkan, minimnya pasokan akan membuat oknum tersebut menimbun barang guna menyebabkan kelangkaan hingga terjadi kenaikan harga. "Baru dikeluarkan kalau sudah naik. Apalagi mudik arus orang ke daerah kan sedang tinggi kalau pasokan kosong nanti bisa bahaya," katanya.
Baca juga: Dilarang Melintas, Cek Aturan Baru Angkutan Barang Selama Lebaran 2023
Pengaturan jam lalu lintas juga dilakukan untuk mengakali kepadatan lalu lintas sambil menjaga pasokan barang. Pengaturan tersebut mungkin dilakukan mengingat saat ini infrastruktur jalan sudah banyak memiliki alternatif. Dia menambahkan, akses menuju Jawa Tengah atau Jawa Timur saat ini sudah banyak. PT Jasamarga juga sudah mengoperasikan tol Japek II. Begitu juga dengan jalur selatan yang sudah bisa diakses.
"Misal jam 12 malam sampai jam 6 pagi baru logistik boleh lewat. Nanti yang jam 6 pagi ke atas itu sudah urusannya pemudik dan truk logistik nggak boleh lewat lagi. Saya rasa itu lebih fair," kata pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah di Jakarta, Jumat (15/3/2023).
Hal tersebut diungkapkan Trubus terkait rencana Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang akan membatasi pergerakan angkutan barang saat arus mudik dan balik Lebaran 2023 seperti tahun-tahun sebelumnya. Trubus mengatakan, pengaturan jam menjadi penting agar tidak terjadi kelangkaan barang yang bisa memicu kenaikan harga.
Baca juga: Jelang Lebaran 2023, Pemprov Jateng Persiapkan Kelancaran Lalu Lintas Pemudik dan Stok Sembako
Dia mengungkapkan kekhawatiran kebiasaan oknum tertentu yang kerap memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan pribadi. Dia melanjutkan, minimnya pasokan akan membuat oknum tersebut menimbun barang guna menyebabkan kelangkaan hingga terjadi kenaikan harga. "Baru dikeluarkan kalau sudah naik. Apalagi mudik arus orang ke daerah kan sedang tinggi kalau pasokan kosong nanti bisa bahaya," katanya.
Baca juga: Dilarang Melintas, Cek Aturan Baru Angkutan Barang Selama Lebaran 2023
Pengaturan jam lalu lintas juga dilakukan untuk mengakali kepadatan lalu lintas sambil menjaga pasokan barang. Pengaturan tersebut mungkin dilakukan mengingat saat ini infrastruktur jalan sudah banyak memiliki alternatif. Dia menambahkan, akses menuju Jawa Tengah atau Jawa Timur saat ini sudah banyak. PT Jasamarga juga sudah mengoperasikan tol Japek II. Begitu juga dengan jalur selatan yang sudah bisa diakses.
Lihat Juga :