Ali Masykur Musa: Jangan Pertentangkan Islam dengan Negara

Jum'at, 17 Maret 2023 - 15:14 WIB
loading...
Ali Masykur Musa: Jangan...
Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Ali Masykur Musa memberikan kuliah umum di Universitas Jenderal Soedirman. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Ali Masykur Musa meminta jangan mempertentangkan Islam dengan Negara. Sebab Indonesia dibangun oleh keberagaman agama.

Hal itu disampaikan Ali Masykur Musa saat memberikan kuliah umum dengan materi “Islam dan Kebangsaan” di Aula Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman, Jumat (17/3/2023).

Kuliah umum yang diselenggarakan Universitas Jenderal Soedirman bersama dengan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) ini dibuka Dekan FISIP Universitas Jenderal Soedirman dengan memperkenalkan FISIP dengan berbagai jurusan, dosen, dan kegiatan mahasiswa FISIP yang berbasis keagamaan. Hadir dalam kuliah umum tersebut para peserta dari berbagai agama, ras, suku sebagai representasi kehidupan bernegara di Indonesia.

Baca juga: ISNU Siap Berkhidmat di Abad ke-2 Nahdlatul Ulama

Kuliah umum kali ini mengusung tentang sebuah negara Indonesia yang bersepakat dibangun dengan dasar berbagai agama dan tidak memunculkan suatu agama dalam kehidupan bernegara. Sebab saat ini banyak orang yang merongrong dan ingin mengubah ideologi Pancasila menjadi ideologi berbasis agama yang dapat menimbulkan konflik.

Baca juga: Ali Masykur Musa: Tol Laut Terbukti Sukses Turunkan Disparitas Harga

“Negara Indonesia dibangun oleh keberagaman agama dan harus dibangun dengan rasa moderasi yang tinggi. Kehidupan bernegara harus berdasar wathoniyah (berbangsa) dan bassariyah (kemanusiaan) dalam rangka menciptakan keharmonisan,” kata Ali Masykur Musa.

Ali menyebut saat ini banyak orang Indonesia yang merongrong dan ingin mengganti ideologi Pancasila dengan Khilafah Islamiyah. Ali mencontohkan berbagai negara di Timur Tengah yang menerapkan sistem khilafah Islamiyah menjadi kegagalan. ”Banyak negara tersebut menjadi tidak kondusif karena terjadi perang setiap waktu,” ucapnya.

Ali menyebut, cita-cita membangun negara berbasis keragaman di Indonesia selaras dengan Nahdlatul Ulama (NU). Menurut Ali, Nahdlatul Ulama melalui Resolusi Jihad dan perlawanan terhadap Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam mempertahankan negara Indonesia berdasarkan Pancasila.

“NU menolak gerakan-gerakan radikal yang terjadi di Indonesia yang membuat kekacauan antara muslim yang satu dengan yang lain dan non muslim padahal para pendiri negara Indonesia bersepakat bahwa keberagaman menjadi komoditas dalam pembangunan negara yang luar biasa,” ujarnya.

Ali menyebut Sila Pertama Pancasila yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” menjadi representasi dan menyatukan keberagaman kepercayaan yang ada di Indonesia. “Realitas yang ada di Indonesia banyak sekali yang merongrong ideologi Pancasila, maka kita wajib mempertahankan ideologi ini sebagai cita-cita para pendiri Indonesia,” tegasnya

Ali menegaskan, Indonesia harus tetap dengan ideologi Pancasila sebagai pemersatu keberagaman dan persatuan atas hidup bernegara yang menjadi cita-cita bersama. “Pancasila sudah final sebagai ideologi Indonesia yang tidak boleh diganti,” ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPIP Ajukan Tambahan...
BPIP Ajukan Tambahan Anggaran Rp370 Miliar untuk 2027
Shanty Alda Nathalia...
Shanty Alda Nathalia Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan Bangsa di Hari Lahir Pancasila
BPIP: Kembalikan Koperasi...
BPIP: Kembalikan Koperasi ke Khitah Ekonomi Pancasila
Gus Muhaimin Harap Sarjana...
Gus Muhaimin Harap Sarjana NU Jadi Penggerak Perubahan Sosial
Cyber Warfare, Kunci...
Cyber Warfare, Kunci Keberhasilan Operasi Absolute Resolve
Pengamat Dorong Densus...
Pengamat Dorong Densus 88 Selidiki Profil Keluarga 68 Anak yang Terpapar Ideologi Ekstrem
UP Bentuk LPIP untuk...
UP Bentuk LPIP untuk Kawal Implementasi Nilai Pancasila di Kampus
Iduladha 1447 Hijriah,...
Iduladha 1447 Hijriah, PW ISNU Aceh Salurkan Hewan Kurban ke Tiga Kabupaten-Kota
Tinjauan ke Lampung,...
Tinjauan ke Lampung, Ali Masykur Musa Dorong Layanan infrastruktur EV Makin Andal
Rekomendasi
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Puasa Tasua dan Asyura,...
Puasa Tasua dan Asyura, Mana yang Lebih Utama?
Deretan Fakta Menarik...
Deretan Fakta Menarik Usai Belanda Hajar Swedia 5-1
Berita Terkini
KSP: MBG Terus Berlanjut,...
KSP: MBG Terus Berlanjut, Tata Kelola dan Pengawasan Diperkuat
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved