Perempuan Bangsa Dorong Kesetaraan Gender di Indonesia
Selasa, 14 Maret 2023 - 09:00 WIB
loading...
Perempuan Bangsa meyakini implementasi kesetaraan gender dapat berimplikasi dalam harmonisasi kehidupan berbangsa. Foto/istimewadan bernegara
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa Siti Mukaromah menganggap kesetaraan gender masih menjadi isu utama dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Karena itu, ia mendorong pemenuhan kuota pencalonan perempuan 30% pada Pemilu 2024.
"Kesetaraan gender yang diimplementasikan dapat berimplikasi secara signifikan dalam harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Siti Mukaromah di sela Fun Run 10K yang digelar Garda Bangsa dan Perempuan Bangsa di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Selasa (14/3/2023). Kegiatan memperingati International Women's Day 2023 yang diikuti 3.000 peserta ini bertajuk Equality Today For a Harmony Tomorrow.
Erma, sapaan akrab Siti Mukaromah, menilai kekerasan terhadap perempuan masih marak terjadi. Budaya patriarki juga kerap menjadi penghalang bagi perempuan dalam mewujudkan kesetaraan gender.
"Budaya patriarki masih muncul di beberapa daerah. Apalagi di tahun politik, ini justru sangat terlihat. Misalnya dalam pemenuhan kuota perempuan memenuhi afirmasi yang diatur undang-undang," kata Anggota Komisi VI DPR ini.
"Kesetaraan gender yang diimplementasikan dapat berimplikasi secara signifikan dalam harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Siti Mukaromah di sela Fun Run 10K yang digelar Garda Bangsa dan Perempuan Bangsa di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Selasa (14/3/2023). Kegiatan memperingati International Women's Day 2023 yang diikuti 3.000 peserta ini bertajuk Equality Today For a Harmony Tomorrow.
Erma, sapaan akrab Siti Mukaromah, menilai kekerasan terhadap perempuan masih marak terjadi. Budaya patriarki juga kerap menjadi penghalang bagi perempuan dalam mewujudkan kesetaraan gender.
"Budaya patriarki masih muncul di beberapa daerah. Apalagi di tahun politik, ini justru sangat terlihat. Misalnya dalam pemenuhan kuota perempuan memenuhi afirmasi yang diatur undang-undang," kata Anggota Komisi VI DPR ini.
Lihat Juga :