Ketua DPP Perindo Abdul Khaliq Imbau Jaga Fungsi Utama Rumah Ibadah

Selasa, 07 Maret 2023 - 22:03 WIB
loading...
Ketua DPP Perindo Abdul...
DMI yang menolak secara tegas rumah ibadah dijadikan tempat kampanye, mendapat dukungan dari Ketua Bidang Keagamaan DPP Partai Perindo, Abdul Khaliq Ahmad. Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang menolak secara tegas rumah ibadah dijadikan tempat kampanye, mendapat dukungan. Salah satu dukungan itu datang dari Ketua Bidang Keagamaan DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) , Abdul Khaliq Ahmad.

Menurut Khaliq, masjid dan rumah ibadah lainnya tidak sepatutnya menjadi tempat kegiatan politik praktis atau kampanye politik untuk mendukung atau menolak kandidat tertentu menjelang pelaksanaan kontestasi politik di Pemilu 2024.

"Masjid dan rumah-rumah ibadah harus tetap dijaga fungsi utamanya sebagai tempat ibadah untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan sarana mempererat persatuan umat dan bangsa," kata Abdul Khaliq saat dihubungi, Selasa (7/3/2023).

Khaliq menyebutkan, pandangan Partai Perindo, masjid dan rumah-rumah ibadah adalah tempat suci dan harus dijaga kesuciannya dari segala bentuk aktivitas dan sikap pragmatis yang mengarah pada politisasi simbol-simbol agama dan dapat merusak harmoni sosial.

Baca juga: Penolakan Rumah Ibadah dan Absolutisme Beragama

Oleh karena itu kata dia, rumah ibadah harus dimaknai sebagai tempat yang menyatukan, inklusif, dan bebas dari primordialisme.

"Penggunaan masjid dan rumah-rumah ibadah sebagai tempat kegiatan politik merupakan pelanggaran hukum yang dapat dipidana bagi siapa pun yang melakukannya," ujarnya.

Peraturan terkait hal tersebut telah tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang secara tegas melarang penggunaan tempat ibadah, sarana pendidikan, dan fasilitas pemerintah untuk kepentingan kampanye.

Kata Khaliq, pelanggaran terhadap aturan tersebut bisa dikenakan sanksi yang berat dengan hukuman penjara dan denda.

"Partai Perindo menyerukan kepada seluruh peserta Pemilu yang akan melakukan kontestasi politik untuk menghindari penggunaan masjid dan rumah-rumah ibadah serta tempat-tempat terlarang lainnya," ucapnya.

Kontestasi elektoral 2024 mendatang menurut Khaliq, waktunya untuk menunjukkan kepada rakyat bahwa Pemilu benar-benar menjadi sarana edukasi politik yang sehat, bermartabat, dan berintegritas.

Menurutnya, eksploitasi simbol-simbol agama hanya akan menyuburkan kembali politik identitas dan mengaburkan esensi demokrasi yang berpijak pada inklusivitas dan egalitarianisme.

"Kita berharap budaya dan partisipasi politik serta kedewasaan politik masyarakat Indonesia semakin meningkat sehingga mampu mewujudkan kehidupan demokrasi yang sehat dan berkualitas serta mampu berkontribusi besar pada kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Tama Langkun Dukung...
Tama Langkun Dukung Penegakan Hukum di BGN, Minta MBG Tetap Fokus untuk Rakyat
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Di Diskusi Partai Perindo,...
Di Diskusi Partai Perindo, JJ Rizal Minta Gubernur Jakarta Belajar dari Soekarno
DPW Partai Perindo DKI...
DPW Partai Perindo DKI Launching Warkop Aspirasa, Gelar Diskusi Refleksi 499 Tahun Jakarta
Rekomendasi
V+Short Hadirkan Microdrama...
V+Short Hadirkan Microdrama Full Throttle Family, Kisah Mantan Pembalap yang Kembali ke Dunia Lama
Archie dan Lilibet ke...
Archie dan Lilibet ke Inggris, Akankah Bertemu Anak-anak Pangeran William?
Tinggalkan Karakter...
Tinggalkan Karakter Garang, Kim Mu Yeol Bertransformasi Jadi Dokter Hangat di First Doctor
Berita Terkini
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal 2 Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Dasco Pimpin Safari DPR ke Parpol Nonparlemen Minta Masukan RUU Pemilu
Menkes Usul Penderita...
Menkes Usul Penderita TBC Dapat MBG, DPR: Wacana Tidak Masuk Akal
Cari Keadilan, Arief...
Cari Keadilan, Arief Pramuhanto Ajukan PK ke Mahkamah Agung
SNA Dorong Inovasi Ahli...
SNA Dorong Inovasi Ahli Gizi untuk Indonesia Sehat
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved