Legislator PDIP Dukung Keputusan Pemindahan Lokasi Depo Pertamina Plumpang
Selasa, 07 Maret 2023 - 20:07 WIB
loading...
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDIP Deddy Yevri Sitorus mendukung keputusan Meneg BUMN Erick Thohir yang akan memindahkan Depo Pertamina Plumpang. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Keputusan Menteri BUMN Erick Thohir yang akan merelokasi unit Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina di Plumpang, Jakarta Utara ke area reklamasi milik PT. Pelindo dinilai tepat.
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Deddy Yevri Sitorus menyatakan menyambut baik rencana tersebut. Dia mengaku sudah mendiskusikan rencana itu dengan Menteri BUMN dan mengusulkan relokasi Depo Plumpang kepada jajaran direksi Pertamina sejak dua tahun lalu dalam rapat di DPR.
“Saya mengusulkan hal itu sejak terjadinya insiden kebakaran di kilang Indramayu pada Maret 2021 yang lalu. Dari berbagai rapat itu saya mendapat data tentang kondisi kerentanan kilang dan TBBM milik Pertamina di berbagai daerah. Jadi Plumpang itu hanya salah satu lokasi dan memang yang paling rentan dibanding lokasi lainnya. Depo raksasa milik Pertamina itu dikepung oleh permukiman ilegal yang justru sangat membahayakan keselamatan rakyat,” kata Deddy, Selasa (7/3/2023).
Baca juga: Korban Kebakaran Pertamina Plumpang Bakal Direlokasi ke Wisma Atlet, Begini Respons Heru Budi
Menurut Deddy, Pertamina sebenarnya memiliki standar prosedur yang mengatur keberadaan kilang dan TBBM miliknya. Tetapi kemudian banyak orang yang menduduki lahan milik Pertamina tersebut tanpa memperdulikan kerentanan atau risiko yang mereka hadapi. Hingga akhirnya terjadi insiden besar yang menyebabkan korban jiwa serta harta benda bagi masyarakat itu sendiri.
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Deddy Yevri Sitorus menyatakan menyambut baik rencana tersebut. Dia mengaku sudah mendiskusikan rencana itu dengan Menteri BUMN dan mengusulkan relokasi Depo Plumpang kepada jajaran direksi Pertamina sejak dua tahun lalu dalam rapat di DPR.
“Saya mengusulkan hal itu sejak terjadinya insiden kebakaran di kilang Indramayu pada Maret 2021 yang lalu. Dari berbagai rapat itu saya mendapat data tentang kondisi kerentanan kilang dan TBBM milik Pertamina di berbagai daerah. Jadi Plumpang itu hanya salah satu lokasi dan memang yang paling rentan dibanding lokasi lainnya. Depo raksasa milik Pertamina itu dikepung oleh permukiman ilegal yang justru sangat membahayakan keselamatan rakyat,” kata Deddy, Selasa (7/3/2023).
Baca juga: Korban Kebakaran Pertamina Plumpang Bakal Direlokasi ke Wisma Atlet, Begini Respons Heru Budi
Menurut Deddy, Pertamina sebenarnya memiliki standar prosedur yang mengatur keberadaan kilang dan TBBM miliknya. Tetapi kemudian banyak orang yang menduduki lahan milik Pertamina tersebut tanpa memperdulikan kerentanan atau risiko yang mereka hadapi. Hingga akhirnya terjadi insiden besar yang menyebabkan korban jiwa serta harta benda bagi masyarakat itu sendiri.
Lihat Juga :