Survei JJI: Masyarakat Ingin Airlangga Hartarto Pimpin Indonesia
Sabtu, 04 Maret 2023 - 18:56 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, Ganjar Pranowo berada urutan ketiga dengan tingkat elektabilitas 12,6% Anies Baswedan di urutan keempat dengan tingkat elektabilitas 8,2%, serta diurutan kelima Puan Maharani dengan tingkat elektabilitas 6,4%.
Kemudian secara berurutan ada nama Andika Perkasa (5,3%) , Agus Harimurti Yudhoyono (3,2%), Muhaimin Iskandar (2,7%) dan tokoh lainnya 7,2%. Sedangkan yang tidak memilih sebanyak 12,2%.
Airlangga masuk sebagai katagori tokoh yang diinginkan oleh mayoritas responden sebagai presiden lantaran dinilai mampu menghadapi krisis, seperti ancaman krisis perekonomian saat adanya pandemi Covid-19, serta memiliki program populis yang nyata dirasakan oleh rakyat. Seperti saat Airlangga diberi tugas oleh Pesiden Jokowi dalam menanggulangi Covid-19 dan memulihkan ekonomi, ada program Prakerja, Bansos, dan bantuan UMKM.
Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Surokim mengatakan, unggulnya Airlangga Hartarto sebagai Capres 2024 hasil survei JJI merupakan bentuk keinginan masyarakat untuk perubahan dan melanjutkan program Jokowi.
Menurut Surokim, saat ini masyarakat di Jawa tidak lagi melihat sosok capres dari suku, tetapi lebih pada kerja nyata. "Masyarakat di Jawa tidak lagi melihat sosok calon pemimpin dari suku, tetapi melihat dari kinerjanya yang nyata seperti yang dilakukan Airlangga sebagai Menko Perekonomian, " ujarnya.
Dia melihat Airlangga bisa membawa perekonomian Indonesia jauh lebih baik, sehingga berpeluang untuk melanjutkan program Jokowi jika menjadi presiden. Dia juga mengatakan unggulnya Airlangga menjadi momen bagi Golkar untuk lebih semangat lagi dalam memenangkan ketua umumnya itu sebagai Presiden di 2024.
Kemudian secara berurutan ada nama Andika Perkasa (5,3%) , Agus Harimurti Yudhoyono (3,2%), Muhaimin Iskandar (2,7%) dan tokoh lainnya 7,2%. Sedangkan yang tidak memilih sebanyak 12,2%.
Airlangga masuk sebagai katagori tokoh yang diinginkan oleh mayoritas responden sebagai presiden lantaran dinilai mampu menghadapi krisis, seperti ancaman krisis perekonomian saat adanya pandemi Covid-19, serta memiliki program populis yang nyata dirasakan oleh rakyat. Seperti saat Airlangga diberi tugas oleh Pesiden Jokowi dalam menanggulangi Covid-19 dan memulihkan ekonomi, ada program Prakerja, Bansos, dan bantuan UMKM.
Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Surokim mengatakan, unggulnya Airlangga Hartarto sebagai Capres 2024 hasil survei JJI merupakan bentuk keinginan masyarakat untuk perubahan dan melanjutkan program Jokowi.
Menurut Surokim, saat ini masyarakat di Jawa tidak lagi melihat sosok capres dari suku, tetapi lebih pada kerja nyata. "Masyarakat di Jawa tidak lagi melihat sosok calon pemimpin dari suku, tetapi melihat dari kinerjanya yang nyata seperti yang dilakukan Airlangga sebagai Menko Perekonomian, " ujarnya.
Dia melihat Airlangga bisa membawa perekonomian Indonesia jauh lebih baik, sehingga berpeluang untuk melanjutkan program Jokowi jika menjadi presiden. Dia juga mengatakan unggulnya Airlangga menjadi momen bagi Golkar untuk lebih semangat lagi dalam memenangkan ketua umumnya itu sebagai Presiden di 2024.
(cip)
Lihat Juga :